SUMATERA BARAT — Honda tidak hanya membatalkan tiga model EV yang sudah direncanakan. Pabrikan Jepang itu juga menghentikan produksi Honda Prologue—SUV listrik hasil kerja sama dengan GM—setelah hanya tiga tahun pemasaran. Keputusan ini diperkirakan menyebabkan kerugian hingga USD 15,7 miliar (Rp 251 triliun), pertama kalinya Honda mencatat kerugian tahunan.
Honda menyebut kerugian besar itu dipicu tarif impor AS dan serbuan agresif pabrikan China di segmen EV. Alih-alih bersaing, Honda memilih menghentikan total lini listriknya. Langkah ini kontras dengan nama Prologue—yang berarti “awal” ambisi EV Honda.
Padahal, Prologue mencatat penjualan impresif sepanjang 2024 dan menjadi salah satu EV terlaris di AS, bahkan mengungguli jajaran EV GM sendiri. Namun pekan lalu Honda menghentikan produksinya secara sepihak. “Prologue hanya bertahan tiga model tahun—padahal kebanyakan mobil beredar sekitar tujuh tahun,” kata sumber internal.
Seperti dilaporkan Business Insider, sejak Juli ini setiap lembar tagihan pembiayaan Honda menyertakan catatan: “pertimbangkan hybrid.” Namun bagi pemilik Prologue yang sudah merasakan kenyamanan dan efisiensi EV, imbauan itu terdengar “konyol.” Salah satu pemilik berkata, “Kecuali kasus sangat langka, siapa pun yang sudah beralih ke listrik penuh tidak akan pernah mau turun kelas ke mobil bensin atau hybrid.”
Survei terbaru menunjukkan 96% pemilik EV menolak kembali ke kendaraan berbahan bakar fosil. Angka ini konsisten dengan berbagai studi yang dipublikasikan Electrek dalam beberapa tahun terakhir. “Sekali pengemudi merasakan keunggulan penggerak listrik, hampir tidak ada alasan untuk balik lagi,” tulis Electrek, media yang fokus pada EV.
Harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik dan gelombang panas ekstrem di banyak negara. Di tengah situasi itu, beralih kembali ke mobil bensin justru dianggap langkah mundur. “Pelanggan yang tidak ikut serta dalam pembunuhan massal akibat perubahan iklim tentu tidak akan ‘mempertimbangkan’ kembali bergabung dalam regu tembak global,” tulis Electrek dengan nada kritis.
Hingga berita ini diturunkan, Honda belum memberikan pernyataan resmi ihwal respons negatif dari pemilik Prologue. Namun yang jelas, strategi “mundur ke hybrid” dinilai tidak akan menarik minat konsumen yang sudah merasakan langsung keunggulan kendaraan listrik.