LUBUK BASUNG — Tiga nagari di Kabupaten Agam yang teridentifikasi sebagai daerah rawan pangan kini mendapat intervensi langsung dari pemerintah daerah. Setiap nagari menerima bantuan senilai Rp18 juta untuk pengadaan bibit, pupuk, dan perlengkapan pertanian lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira menyebutkan tiga nagari yang menerima bantuan itu adalah Nagari Malalak Timur, Nagari Koto Tuo, dan Nagari Pagadih. Penetapan ini berdasarkan peta kerentanan dan kerawanan pangan tahun sebelumnya.
"Tiga nagari ini merupakan daerah rawan pangan dan ini berdasarkan hasil peta kerentanan maupun kerawanan pangan tahun sebelumnya," katanya di Lubuk Basung, Sabtu lalu.
Bantuan yang diberikan meliputi bibit cabai merah keriting, cabai rawit, terung, bibit jagung, serta pupuk cair, mulsa, waring, dan pestisida. Setiap nagari mendapat paket senilai Rp18 juta yang disalurkan melalui kelompok afinitas yang dibentuk khusus.
Rosva menambahkan, bantuan tahap awal ini diberikan per kelompok. Jika hasilnya sukses, program akan dilanjutkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga.
Pemerintah daerah menetapkan status rawan pangan tiga nagari berdasarkan tiga aspek: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Indikatornya meliputi rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk, akses penghubung desa, serta rasio rumah tangga tanpa akses air bersih.
"Saat ini bantuan diberikan per kelompok. Apabila sukses akan berlanjut yang bisa meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di nagari," ujar Rosva.
Ia berharap bibit yang diberikan ditanam dan dirawat dengan baik agar manfaatnya terasa langsung, terutama dalam memperkuat kemandirian pangan di tingkat nagari.