DPR Desak Polda Metro Jaya Usut Tuntas Kematian Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 12:21:31 WIB
Anggota Komisi III DPR RI mendesak Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus kematian Sutrimo, penjaga rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

SUMATERA BARAT — Desakan dari Senayan ini muncul setelah kasus kematian Sutrimo pada pekan lalu belum menunjukkan titik terang. Polda Metro Jaya sendiri telah menyatakan komitmennya mendalami informasi, termasuk menelusuri gambar dan narasi yang beredar di media sosial serta rekam medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.

Busa di Mulut dan Hidung Korban Jadi Sorotan Anggota DPR

Hasbiallah Ilyas, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, menyebut temuan busa pada jenazah Sutrimo tidak bisa dipandang sebelah mata. "Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan hasil uji laboratorium forensik serta autopsi yang mendalam," katanya.

Legislator yang juga anggota Panitia Kerja (Panja) pengawasan kasus eks Jampidsus itu menekankan pentingnya menelusuri latar belakang Sutrimo sebagai penjaga rumah Febrie Adriansyah. Ia khawatir hal itu bisa menjadi bola liar di masyarakat dan memicu spekulasi tidak berdasar.

Tiga Anggota Komisi III Minta Polisi Bergerak Cepat

Bimantoro Wiyono, anggota Panja lainnya, mendesak penyidik bergerak cepat membongkar misteri ini. "Saya minta Polda Metro Jaya bergerak cepat dan usut tuntas! Jangan biarkan kasus ini mengambang," tegasnya.

Menurut Bimantoro, kondisi korban saat meninggal dengan mulut dan hidung berbusa sering terjadi dalam kasus pembunuhan dengan racun. Ia meminta hasil investigasi dibuka jujur berdasarkan bukti ilmiah, dan jika ditemukan unsur pidana, pelaku harus diseret ke meja hijau.

Senada, Teuku Ibrahim mengingatkan bahwa perkara sensitif ini jika lambat ditangani berpotensi menggerus kepercayaan publik. "Polda Metro Jaya harus mengambil langkah cepat dan usut tuntas perkara ini! Jangan biarkan penanganannya berlarut-larut tanpa arah," ujarnya.

NasDem: Biarkan Penyidik Bekerja, Jangan Digiring ke Opini

Rudianto Lallo, legislator Fraksi Partai NasDem, justru meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung. "Biarkan penyidik bekerja. Jangan sampai ruang publik dipenuhi asumsi yang belum tentu benar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian hukum berdasarkan fakta, bukan spekulasi," kata Rudianto.

Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto menyatakan akan mendalami informasi sekecil apapun terkait hilangnya nyawa seseorang. "Apakah itu wajar atau tidak wajar," jelasnya di Matraman, Jakarta. Pihaknya kini tengah menelusuri berbagai gambar yang beredar serta dugaan korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: bangkaterkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top