BUKITTINGGI — Kontingen Tim Penggerak PKK Kota Sawahlunto memanfaatkan ajang Wirakarya Jambore Kader PKK ke-XXII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 di Kota Bukittinggi sebagai ruang belajar. Mereka membawa muatan lokal berupa budaya dan produk usaha kecil binaan ke tengah forum regional itu.
Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Yori Riyanda, menegaskan keikutsertaan timnya bukan semata untuk mengejar kemenangan. Jambore dinilai menjadi momentum bagi kader untuk mengukur kapasitas dan membawa pulang pengalaman berharga dari daerah lain.
"Kami berangkat bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk belajar dan membawa semangat Sawahlunto. Alhamdulillah, tim kita tampil maksimal dan membawa nama baik Kota Sawahlunto," ujar Yori Riyanda.
Sebelum berangkat, kontingen dilepas langsung oleh Wali Kota Sawahlunto di Rumah Dinas Wali Kota. Sepanjang rangkaian kegiatan di Bukittinggi, kekompakan tim menjadi modal utama para kader dalam mengikuti setiap agenda.
Sektor ekonomi keluarga mendapat tempat khusus lewat bazar UP2K PKK dan UMKM. Produk binaan PKK Sawahlunto yang dipamerkan diyakini bukan sekadar pelengkap acara, melainkan etalase potensi masyarakat.
Kekhasan lokal dipadukan dengan kreativitas kader memperlihatkan bahwa pemberdayaan keluarga berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi. Berbagai agenda lain juga diikuti, mulai dari defile, paduan suara, cerdas cermat, Cakap Gelari Pelangi, kampanye pengelolaan sampah, bermain peran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), hingga senam bersama dan outbound.
Bagi Yori, pengalaman selama jambore memiliki nilai jangka panjang dibanding hasil perlombaan. Para kader dapat melihat praktik program PKK dari daerah lain sekaligus mengevaluasi kinerja di Sawahlunto.
"Yang paling penting adalah bagaimana pengalaman dan pengetahuan yang didapat di sini bisa dibawa pulang dan dikembangkan untuk masyarakat," katanya. Agenda jambore juga mencakup penyuluhan kesehatan, sosialisasi keamanan pangan, kajian keagamaan, dan muhasabah.
Kekompakan kontingen tidak lepas dari dukungan para pendamping, organisasi perangkat daerah, dan masyarakat Kota Sawahlunto. Semangat itu menjadi penyemangat kader mengikuti setiap agenda secara maksimal.
Forum di Bukittinggi ini pada akhirnya menjadi kesempatan memperkuat jejaring kader dan bertukar pengalaman demi menjalankan 10 program pokok PKK. Nilai yang dibawa pulang bukan hanya hasil perlombaan, melainkan gagasan untuk diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi keluarga dan masyarakat Kota Sawahlunto. (Nova)