Gerakan Pangan Murah di Padang Sediakan Sembako Harga Terjangkau, Warga Serbu Cabai Merah

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 07 September 2026 | 16:30:32 WIB
Warga Padang memadati lokasi Gerakan Pangan Murah untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, Rabu (2/9/2026).

Warga Padang menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan kebutuhan pokok dan hasil pertanian dengan harga di bawah pasar, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat mendapatkan sembako terjangkau di tengah fluktuasi harga.

PADANG — Antrean warga terlihat mengular di lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026). Pantauan di lapangan, komoditas yang paling banyak diburu warga adalah cabai merah yang harganya dijual di bawah harga pasar.

GPM ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok dan hasil pertanian langsung dari petani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi di tingkat konsumen.

Harga Cabai Jadi Primadona Warga

Salah satu warga, Ratna (42), mengaku sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan cabai merah dengan harga lebih murah. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga di pasar tradisional beberapa hari terakhir.

"Alhamdulillah, harganya memang lebih murah. Lumayan bisa menghemat belanja minggu ini," ujarnya saat ditemui di lokasi GPM.

Stabilisasi Pasokan Jelang Akhir Pekan

Kegiatan ini dinilai penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang akhir pekan dan hari libur. Dengan adanya pasar murah, warga tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga yang kerap terjadi akibat gangguan distribusi.

Pemerintah berharap operasi pasar seperti ini bisa rutin digelar di berbagai titik di Kota Padang. Dengan begitu, akses warga terhadap bahan pokok berkualitas dengan harga wajar bisa lebih merata.

GPM merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan di daerah untuk merespons dinamika harga pangan. Melalui skema ini, pasokan dari sentra produksi langsung disalurkan ke konsumen, memangkas jalur distribusi yang kerap membuat harga melonjak di tingkat eceran.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top