Desa Wisata Simarasok Agam Lolos 15 Besar Wonderful Indonesia Award 2026, Siap Hadapi Verifikasi Tim Kemenpar

Penulis: Topan Lubis  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:20:31 WIB
Desa Wisata Simarasok di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaju ke 15 besar Wonderful Indonesia Award 2026.

Desa Wisata Simarasok di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dipastikan melaju ke babak 15 besar ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026. Pengumuman itu diterima pada Senin (7/9/2026) malam, sekaligus menegaskan posisi desa tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam bersiap menjalani verifikasi lapangan oleh tim juri Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dijadwalkan berlangsung mulai September hingga Oktober 2026.

LUBUK BASUNG — Kabupaten Agam kembali mencatatkan prestasi di kancah pariwisata nasional. Desa Wisata Simarasok berhasil menyisihkan 15 desa wisata lainnya dari total 30 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Agam, Kasman Zaini, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam mengelola potensi lokal.

"Dari 30 desa wisata se Indonesia, Desa Wisata Simarasok masuk 15 besar," katanya di Lubuk Basung, Selasa, didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata Disparpora Agam, Adek Ariani.

Keunggulan Simarasok: Keaslian Alam dan Kearifan Lokal

Kasman menegaskan bahwa daya tarik utama Simarasok bukan sekadar panorama, melainkan keaslian budaya yang masih terjaga. Menurutnya, hal ini menjadi pembeda yang diyakini mampu memikat tim juri.

"Menjadi keunggulan kita di Simarasok adalah masih asli, asri, dan mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang ada, serta pesona alam yang masih terjaga," ujarnya.

Prestasi ini diakuinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Barat dan Kabupaten Agam. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa potensi alam, budaya, ekonomi kreatif, serta keramahan masyarakat setempat mampu bersaing di tingkat nasional.

Visitasi Lapangan dan Indikator Penilaian

Setelah pengumuman 15 besar, tahapan selanjutnya adalah visitasi oleh tim juri Kemenpar. Proses ini bertujuan untuk verifikasi data serta menilai langsung potensi, keunikan lokal, dan penerapan program di lapangan.

"Jadwal visitasi mulai September sampai Oktober 2026," kata Kasman.

Penilaian akan dilakukan berdasarkan 11 indikator utama. Indikator tersebut mencakup kelembagaan, pengelolaan, atraksi, aspek lingkungan, ekonomi, peran masyarakat, amenitas, aksesibilitas, homestay, kemitraan, hingga digitalisasi.

Persiapan Matang Lintas OPD

Untuk memastikan kesiapan maksimal, Pemkab Agam tidak bergerak sendiri. Kasman mengakui persiapan visitasi ini akan melibatkan Tim Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Beberapa instansi yang dilibatkan antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Agam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, Dinas Pertanian Agam, Dinas Koperasi UKM Agam, serta Diskominfo Agam.

"Kita berharap dengan keunggulan yang dimiliki Desa Wisata Simarasok, maka terpilih menjadi terbaik nantinya," harapnya.

Setelah seluruh proses visitasi rampung, tim juri Kemenpar akan menetapkan perengkingan pemenang sesuai kategori masing-masing.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top