5 Fakta Pencarian 8 Jurnalis Hilang di Selat Sunda yang Perlu Kamu Tahu

Penulis: Maruli Sinaga  •  Rabu, 09 September 2026 | 11:19:01 WIB
Tim SAR membagi area operasi pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua.

SUMATERA BARAT — Tim SAR membagi area operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua. Pembagian ini berdasarkan evaluasi hasil pencarian sebelumnya yang belum membuahkan hasil.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir area 68,3 nautical mile (NM). SRU 2 memakai KAL Anyer dengan jangkauan 69,5 NM, sementara SRU 3 dan SRU 4 menggunakan RIB 01 Lampung dan RIB 02 Banten yang fokus di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

2. Jumlah Korban Bertambah dari Tujuh Menjadi Delapan Orang

Data awal dari Polda Banten dan Basarnas mencatat tujuh orang dalam rombongan. Namun, pendataan ulang mengungkap ada satu orang lagi yang sebelumnya belum terdata lengkap.

Delapan orang itu terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka adalah Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) ABK, Heriyanto (49) guide, serta jurnalis M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance).

3. Kontak Terputus Hanya 22 Menit Setelah Kirim Lokasi

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau untuk peliputan.

Salah satu anggota sempat mengirim share location kepada rekan jurnalis di Lampung pukul 14.42 WIB. Komunikasi terputus pada pukul 15.04 WIB atau 22 menit kemudian di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.

4. Dua Drone Termal Dikerahkan karena Helikopter Terkendala

Pencarian dari udara tidak bisa memakai helikopter atau pesawat akibat sebaran abu vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kantor SAR Banten pun menyiapkan dua drone termal yang ditempatkan di KN SAR Tetuka.

Drone ini bisa diterbangkan langsung dari kapal untuk membantu penyisiran dari udara, kata Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto.

5. Cuaca Hari Kedua Lebih Mendukung, tapi Tetap Dievaluasi

Operasi Selasa (8/9/2026) malam sempat dihentikan karena angin mencapai 10 knot dan gelombang dua meter dengan jarak pandang terbatas. KN SAR Tetuka baru bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, sekitar pukul 22.00 WIB.

Memasuki hari kedua, kondisi membaik dengan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter dan angin 14 knot dari selatan ke utara. Meski begitu, tim SAR tetap melakukan evaluasi berkala mempertimbangkan cuaca, arus, dan keselamatan personel.

Hingga berita ini diturunkan, kedelapan orang tersebut belum ditemukan. Operasi pencarian masih berlangsung dengan dukungan kapal, perahu karet, dan drone termal di perairan Selat Sunda.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: brilio.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top