Menyusuri Perlis ke Langkawi: Ferry 1 Jam, Sunset di Laut Andaman

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 09 September 2026 | 16:17:31 WIB
Ferry dari Kuala Perlis menuju Langkawi menempuh perjalanan sekitar satu jam melintasi Laut Andaman.

SUMATERA BARAT — Pagi di George Town masih meninggalkan jejak sejarah ketika rombongan bersama Tourism Malaysia dan TransNusa memilih bergerak ke utara. Tujuannya Perlis, negeri paling kecil di Semenanjung Malaysia yang justru menyimpan pengalaman berbeda: jalanan lapang tanpa kemacetan, kuliner khas perbatasan, dan gerbang menuju Langkawi yang lebih tenang.

Perjalanan dari Penang menuju Kangar, ibu kota Perlis, hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam. Pemandangan urban perlahan berganti hamparan daratan yang lebih lapang, memberi sinyal bahwa ritme perjalanan kali ini akan berbeda—lebih lambat, lebih dekat dengan keseharian lokal.

Perlis yang Tidak Ingin Menjadi Kota Lain

Perlis berbatasan langsung dengan Thailand, dan pengaruh itu terasa hingga ke piring makan. Singgah di Anjung Keli, Kangar, kami diperkenalkan pada ikan keli—lele goreng kering—yang disajikan dengan sayuran mentah serta sambal hijau dan merah segar. Cita rasanya sederhana tapi berani, mencerminkan akulturasi yang terbentuk secara alami.

Setelah makan siang, Kangar Street Art menjadi persinggahan berikutnya. Mural di kawasan ini memang tidak semeriah George Town, tapi justru di situ letak kejujurannya: Perlis tidak berusaha menjadi salinan kota lain.

Dari Kuala Perlis Menuju Laut Andaman

Sekitar 12 kilometer dari Kangar, Kuala Perlis menunggu sebagai kota pesisir yang menjadi gerbang utama menuju Langkawi. Ferry berangkat setiap hari dari sini, dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Rute ini menawarkan cara berbeda untuk mencapai kepulauan terkenal itu: menyusuri daratan lebih dulu, lalu membiarkan laut mengambil alih perjalanan.

Langkawi sendiri bukan sekadar destinasi pantai. Kepulauan yang terdiri dari 99 pulau ini berada di negara bagian Kedah, barat laut Semenanjung Malaysia. Sejak 2015, kawasan ini menyandang status UNESCO Global Geopark—batuan di sini diperkirakan berusia lebih dari 550 juta tahun, jauh lebih tua daripada era dinosaurus yang berlangsung sekitar 245 juta hingga 66 juta tahun lalu.

Berlayar dengan Golden Eagle: Harga Paket dan Aktivitas Laut

Kami tiba di Langkawi bukan lewat dermaga biasa, melainkan dari atas catamaran Golden Eagle Cruise Langkawi. Unit terbaru mereka membawa rombongan menjauh dari daratan, memasuki perairan yang dikelilingi gugusan pulau kecil. Tebing batu menjulang di antara hutan lebat, sementara laut terbuka membentang sejauh mata memandang.

Paket catamaran yang digunakan dibanderol RM180 untuk dewasa atau sekitar Rp788 ribu. Anak usia 4 hingga 12 tahun dikenakan RM140, setara sekitar Rp613 ribu, sementara anak di bawah 4 tahun bisa ikut gratis. Di bagian belakang kapal tersedia area jaring untuk berenang, dan pemberhentian tertentu menawarkan aktivitas air seperti jetcar serta banana boat dengan biaya tambahan.

Mengapa Nama Langkawi Berhubungan dengan Elang?

Nama Langkawi kerap dikaitkan dengan helang yang berarti elang dan kawi, kata yang merujuk pada warna merah kecokelatan. Cerita itu menjadi nyata saat catamaran memasuki perairan tempat burung pemangsa biasa terlihat. Brahminy kite—berkepala putih dengan tubuh cokelat kemerahan—menjadi ikon yang paling mudah dikenali, berputar di langit sebagai bagian dari ekosistem pesisir dan hutan bakau Langkawi.

Sunset di Atas Laut: Momen yang Datang Tanpa Banyak Suara

Sore mulai turun ketika hidangan seafood dan olahan ayam disajikan di atas kapal. Angin laut membuat makan terasa berbeda. Tak lama kemudian, catamaran bergerak menuju titik terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam.

Cuaca cerah hari itu menjadi keberuntungan tersendiri. Matahari turun perlahan ke cakrawala, meninggalkan semburat warna di atas Laut Andaman yang tenang. Sunset Langkawi hadir tanpa banyak suara—laut, pulau, dan cahaya senja berpadu menjadi satu gambar yang enggan segera dilupakan.

Kapal akhirnya membawa kami kembali ke daratan. Malam ditutup di Riyaz Lavanya, hotel di pusat kota Langkawi yang sebelumnya berfungsi sebagai apartemen. Interiornya modern dan bersih, tempat yang tepat untuk beristirahat setelah seharian berpindah dari daratan Perlis menuju laut lepas.

Durasi ideal untuk menikmati rangkaian ini adalah dua hari satu malam: sehari untuk menyerap ketenangan Perlis dan menyeberang, sehari lagi untuk berlayar mengelilingi geopark dan mengejar sunset. Informasi jadwal ferry dan harga paket terkini dapat dikonfirmasi langsung ke Tourism Malaysia atau operator Golden Eagle Cruise Langkawi.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top