60 Ribu Bibit Ditargetkan Tumbuh di Hulu DAS Batang Kuranji Padang, Danantara dan BUMN Dukung Rp 2 Miliar

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 10 September 2026 | 09:01:31 WIB
Penanaman perdana bibit di kawasan Hulu DAS Batang Kuranji, Padang, sebagai bagian dari Festival Tanam Hulu.

PADANG — Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz menyatakan Festival Tanam Hulu menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap pengurangan risiko bencana lewat penguatan kapasitas lingkungan di kawasan hulu DAS.

"Festival Tanam Hulu ini merupakan kegiatan multi-event yang berlangsung sekitar 30 minggu atau tujuh bulan. Program ini didukung klaster konsolidasi, edukasi, dan kompetisi yang saling berkaitan," ujar Hendra.

Tahap awal dipusatkan di kawasan Hulu DAS Batang Kuranji, mencakup Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat setempat.

Kompetisi Restorasi Lahan dengan Teknologi Geotagging

Agenda utama festival adalah kompetisi restorasi lahan dan tutupan vegetasi. Kompetisi itu menargetkan penanaman sedikitnya 60 ribu bibit.

Jenisnya terdiri dari tanaman hutan, tanaman agroforestri, bambu, serta berbagai vegetasi pengikat tanah. Panitia menanggung seluruh kebutuhan peserta, mulai dari penyiapan lahan, pengangkutan bibit, penanaman, hingga perawatan.

Setiap pohon dan bambu yang ditanam diberi teknologi geotagging. Hendra menyebut cara itu memungkinkan pemantauan dan evaluasi dilakukan secara rinci.

Dukungan Rp 2 Miliar Lewat TJSL BUMN

Gagasan Festival Tanam Hulu mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan program ini hasil diskusinya bersama Dony Oskaria.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN, disiapkan dukungan penanaman 60 ribu pohon dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

"Insya Allah Pak Dony Oskaria bersama BUMN siap mendukung melalui program TJSL. Harapannya pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," kata Andre.

Andre menegaskan pengurangan risiko bencana di Kota Padang tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai. Rehabilitasi kawasan hulu, menurutnya, harus menjadi bagian penting strategi mitigasi.

"Kita akan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran di kawasan hulu Kota Padang, khususnya di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. Kawasan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan kebencanaan di Kota Padang," ujarnya.

Wali Kota Padang Sebut Infrastruktur Hijau Tak Bisa Diabaikan

Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kolaborasi Galapagos, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dalam memperkuat kawasan hulu lewat pendekatan green infrastructure.

"Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Green infrastructure juga sangat penting. Jika kawasan hulu sungai tidak kita jaga dan tidak kita hijaukan kembali, maka ancaman banjir dan banjir bandang akan selalu berpotensi terjadi," ujar Fadly.

Ia berharap gerakan penghijauan diperluas ke kawasan lain di Kota Padang yang punya karakteristik serupa. Pemkot Padang juga akan memperkuat sistem peringatan dini bencana melalui pemasangan sensor dan perangkat pemantauan di kawasan rawan.

Penanaman perdana di kawasan Guo itu dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakapolresta Padang, anggota DPRD Padang, Ketua Yayasan Galapagos Romelson Candra, Camat Kuranji, Lurah Guo, Komisaris PT Semen Padang, dan Dewan Pengawas Perhutani.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: mimbarsumbar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top