Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan lima program penguatan ketenagakerjaan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jakarta, Rabu siang. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebut usulan ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar menjadi pencari kerja.
PARIK MALINTANG — Pemkab Padang Pariaman tidak hanya meminta perbaikan infrastruktur dalam pembangunan daerah. Dalam pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli beserta jajarannya di Jakarta, Rabu siang, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk membangun kapasitas manusianya.
"Yang kita perjuangkan adalah bagaimana masyarakat Padang Pariaman tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi tenaga kerja yang terampil dan bahkan menciptakan lapangan kerja baru," kata John Kenedy Azis di Pariaman, Rabu.
Lima program yang diusulkan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Padang Pariaman. Usulan ini mencakup penambahan pelatihan vokasi hingga penguatan lembaga pelatihan milik daerah.
John Kenedy Azis menjelaskan bahwa penguatan program vokasi menjadi salah satu kunci dalam mempersiapkan tenaga kerja asal Padang Pariaman. Keterampilan yang dimiliki harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan infrastruktur semata. Pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai keterampilan dinilai sama pentingnya.
"Masyarakat harus memiliki keterampilan, kesempatan bekerja dan peluang untuk meningkatkan kesejahteraannya," katanya.
Penguatan terhadap keberadaan BLK di Padang Pariaman diharapkan mampu menjadi pusat peningkatan kompetensi masyarakat. Bupati menyebut BLK harus responsif terhadap perkembangan kebutuhan pasar kerja.
Hal tersebut karena BLK mampu menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang relevan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.
Sementara itu, peningkatan alokasi program TKM dan padat karya juga dinilai penting untuk memberi ruang lebih besar bagi masyarakat dalam memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Program magang pada perusahaan sektor industri disebut dapat menjadi jembatan bagi tenaga kerja muda untuk mendapatkan pengalaman kerja serta memahami budaya kerja di industri.