SUMATERA BARAT — Pertandingan yang digelar di Aichi-Nagoya ini berjalan berat sejak menit awal. Jepang yang berstatus tuan rumah langsung mengambil kendali permainan dan tidak memberi ruang bagi Indonesia untuk berkembang. David Singleton selaku pelatih kepala Timnas Basket Indonesia sudah mencoba berbagai rotasi, tetapi kualitas skuad Jepang terlalu dominan sepanjang empat kuarter.
Jepang membuka pertandingan dengan agresivitas tinggi. Tim asuhan Tom Hovasse itu mencetak 29 poin di kuarter pertama, sementara Indonesia hanya mampu membukukan sembilan angka. Skor 29-6 menutup 10 menit pertama jadi pukulan berat bagi Yudha Saputera dan kawan-kawan.
Indonesia mencoba memperbaiki permainan di kuarter kedua. Kombinasi zona dan pengawalan diterapkan untuk meredam serangan Jepang. Hasilnya, Indonesia menambah 12 poin, sedikit lebih baik dibanding kuarter pembuka.
Namun Jepang tetap tidak terbendung. Yuto Kawashima dan rekan-rekan mencetak 26 poin tambahan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 55-21. Selisih 34 poin sudah tercipta sebelum pertandingan mencapai separuh jalan.
David Singleton terus melakukan rotasi demi menemukan komposisi terbaik. Andakara Prastawa, Vincent Kosasih, Lester Prosper, dan Anthony Beane bergantian masuk ke lapangan. Dua pemain naturalisasi itu mendapat menit bermain cukup banyak, tetapi belum mampu menembus pertahanan rapat Jepang.
Di sisi lain, Kazuma Tsuya menjadi momok bagi pertahanan Indonesia. Setiap kali Indonesia merapatkan zona, Tsuya dengan tenang melepaskan tembakan tiga poin yang sulit diantisipasi. Kuarter ketiga berakhir dengan skor 75-35 untuk Jepang.
Memasuki kuarter keempat, tekanan Jepang tidak mengendur. Tuan rumah bermain lebih tenang dengan kombinasi diving dan percobaan tiga poin yang terus mengalir. Indonesia tidak mampu memperkecil jarak, dan laga berakhir dengan skor 98-53.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi tim asuhan David Singleton. Selisih 45 poin menunjukkan jarak kualitas yang masih lebar antara Indonesia dan Jepang di level Asia.
Timnas Basket Indonesia tidak punya waktu lama untuk meratapi kekalahan ini. Yudha Saputera dan kawan-kawan dijadwalkan kembali bertanding pada Jumat (11/9) menghadapi Korea Selatan. Pertandingan itu menjadi penentu apakah Indonesia masih punya peluang lolos dari fase grup Asian Games 2026.