Cipta Kridatama Bangun Embung di Tanah Bumbu, Air Bersih Mengalir ke 250 Rumah Warga

Penulis: Maruli Sinaga  •  Jumat, 11 September 2026 | 09:06:02 WIB
Embung berukuran 30 x 70 meter dibangun di lahan hibah Desa Mangkalapi, Tanah Bumbu.

SUMATERA BARAT — Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, punya persoalan air yang tak selesai bertahun-tahun. Permukiman warga berada cukup jauh dari sungai, sehingga pasokan air bersih untuk kebutuhan harian sulit didapat. Sejumlah pengeboran sebelumnya juga tak menemukan sumber air yang memadai.

Kondisi itu diperparah kemarau panjang yang membuat warga makin kesulitan. CK masuk lewat program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Perusahaan jasa pertambangan ini membangun embung, mengebor sumber air, mendirikan tower penampungan, dan memasang jaringan pipa hingga tersambung ke rumah-rumah warga.

Embung 30 x 70 Meter, Pengeboran Tembus 95 Meter

Embung berdiri di lahan seluas sekitar 30 meter x 70 meter dengan tinggi mencapai delapan meter. Lahan itu dihibahkan langsung oleh Kepala Desa Mangkalapi, Sahrani. Pengeboran dalam untuk mengisi embung masih berjalan.

Progresnya sudah mencapai kedalaman 95 meter dari target sekitar 110 meter. Sementara jaringan pipa dari embung menuju tower penampungan sudah selesai dibangun.

Peresmian embung dihadiri perwakilan Mabes TNI, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Pemerintah Kecamatan Teluk Kepayang, Pemerintah Desa Mangkalapi, manajemen CK Site BIB (Borneo Indobara), dan warga setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan satu hal: penyediaan air bersih butuh kerja bersama. Mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, sampai pengelolaan setelah fasilitas beroperasi.

Warga Terlibat Sejak Perencanaan

Direktur CK Roni Setyawan menyebut kehadiran perusahaan di suatu wilayah harus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Air bersih dipilih sebagai titik awal karena bersinggungan langsung dengan kesehatan keluarga, ketahanan pangan, dan kesiapan warga menghadapi kemarau panjang.

"Salah satu bentuk keberhasilan program sosial adalah keberlanjutannya. Program itu akan hidup ketika masyarakat ikut mengelolanya, manfaatnya bisa dirasakan setiap hari, dan masyarakat terlibat sejak dari perencanaan hingga perawatan embung. Dengan demikian, fasilitas ini menjadi milik bersama yang terus bermanfaat lintas generasi. Embung Mangkalapi adalah komitmen CK untuk hadir dengan solusi yang dirasakan langsung masyarakat," kata Roni dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/9).

Pelibatan warga sejak awal menjadi kunci agar fasilitas tidak terbengkalai setelah serah terima. CK menyebut kolaborasi ini tidak berhenti di embung, tetapi berlanjut ke program sosial lain bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasional.

Tekanan Air di Musim Kemarau

Camat Teluk Kepayang Joni Swarno mengapresiasi pembangunan embung karena membantu warga menghadapi tekanan ketersediaan air, khususnya saat kemarau. Hal senada disampaikan Kepala Desa Sahrani.

Sahrani menuturkan, sekitar 250-an rumah tangga membutuhkan pasokan air bersih, sementara permukiman warga cukup jauh dari sungai. Sejumlah pengeboran yang dilakukan sebelumnya belum menemukan sumber air memadai.

"Kehadiran embung menjadi langkah penting membantu masyarakat menghadapi kelangkaan air bersih saat kemarau. Kami berharap proses penggenangan segera tuntas sehingga fasilitas dimanfaatkan penuh oleh masyarakat, terutama menjelang puncak kemarau berikutnya," tutup Roni.

Bagi CK, embung Mangkalapi bukan titik akhir. Ini menjadi wujud komitmen tanggung jawab sosial sekaligus sinergi perusahaan dengan masyarakat di sekitar area operasional. Bagi warga, yang paling ditunggu justru hal sederhana: air mengalir ke rumah setiap hari, tanpa harus menunggu hujan turun.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top