SUMATERA BARAT — Pengumuman ini muncul hanya sekitar enam jam setelah akun resmi Kangen Band merepost konser mereka di Queen Elizabeth Stadium Wanchai, Hong Kong. Hingga kini, belum ada respons dari akun resmi band maupun personel lain atas pernyataan tersebut.
Kolom komentar di unggahan pengumuman di akun @dodhyofficial juga sudah ditutup.
Dalam unggahannya, Dodhy menegaskan keputusannya diambil secara sadar. Ia mengaku telah menyimpan rasa sakit cukup lama sebelum akhirnya bersuara.
"Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama, untuk para personil yang terlibat dan para EO, dilarang keras member dari ex kangen band membawa lagu-lagu ciptaan saya," tulis Dodhy.
Ia menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih. Tidak ada penjelasan lebih lanjut soal apa yang dimaksud dengan kezoliman tersebut.
Keputusan ini terasa mendadak karena Kangen Band masih aktif tampil. Konser di Hong Kong jadi bukti terakhir aktivitas mereka sebelum pengumuman bubar.
Akun resmi Kangen Band tercatat merepost momen konser itu sekitar enam jam sebelum Dodhy merilis pernyataan. Sampai sekarang, tidak ada klarifikasi apakah jadwal tur berikutnya tetap berjalan atau dibatalkan.
Dodhy adalah motor kreatif di balik hampir seluruh karya Kangen Band. Ia berperan sebagai gitaris, pencipta lagu, sekaligus pendiri band yang lahir 4 Juli 2005.
Sekitar 90% lagu Kangen Band merupakan ciptaannya. Deretan hits itu termasuk 'Tentang Bintang', 'Selingkuh', 'Biarkan Aku Menangis', dan 'Cinta Sampai Mati' yang kembali viral pada 2022 setelah dirilis ulang.
Formasi terakhir band ini diisi Andika Mahesa sebagai vokalis, Dodhy Hardiyanto, Rustam Wijaya alias Tama pada gitar ritme, serta Novri Azwar alias Bebe sebagai bassis.
Kangen Band sempat mengalami dinamika internal. Andika keluar pada 2012 karena masalah dengan label, lalu kembali ke formasi asal pada 2021.
Di kancah musik Indonesia, Kangen Band jadi salah satu ikon pop Melayu. Nama mereka melejit setelah album perdana 'Tentang Aku, Kau & Dia' rilis pada 2007 dan lagunya ramai diputar di radio serta televisi.
Belum ada tanggapan dari personel lain maupun pihak label soal pembubaran ini. Penggemar menunggu apakah larangan membawakan lagu ciptaan Dodhy akan berdampak pada penampilan para mantan personel ke depan.