Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat menggelar doa bersama di Tugu IORA Pantai Padang, Sabtu (13/9), untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Doa bersama itu dipimpin Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi dan diikuti perwakilan PWI, AJI, PFI, serta FJPI Sumbar.
PADANG — Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi pers di Sumatera Barat berkumpul di Tugu Indian Ocean Rim Association (IORA) Pantai Padang, Sabtu (13/9). Mereka menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Doa bersama dipimpin Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi, didampingi Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang yang juga Katim Klewang Polresta Padang Aiptu David Rico Dermawan. Kegiatan ini diikuti perwakilan PWI, AJI, PFI, dan FJPI Sumbar.
Defri menyebut kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan insan pers Sumbar. "Kami merasakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian ini. Karena itu, kami berkumpul dan berdoa bersama sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada keluarga para jurnalis yang saat ini masih menunggu kabar. Semoga seluruh upaya pencarian segera membuahkan hasil dan segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata dia.
Menurut Defri, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa jurnalis menghadapi berbagai risiko saat bertugas di lapangan. Keberanian mencari informasi, ujarnya, harus tetap diimbangi kehati-hatian.
"Dalam menjalankan tugas, jurnalis perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan. Keberanian mencari informasi harus tetap diimbangi dengan kehati-hatian agar tugas dapat dilakukan dengan aman," ujarnya.
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang Arif Pribadi menegaskan doa bersama ini digelar sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis yang tengah menghadapi musibah.
"Doa bersama ini kita peruntukkan bagi lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda usai melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami berkumpul bukan hanya untuk mendoakan keselamatan mereka, tetapi juga memberikan dukungan kepada keluarga dan rekan-rekan yang masih menunggu kabar. Semoga upaya pencarian segera membuahkan hasil," kata dia.
Kegiatan ini menjadi wujud dukungan moril bagi tim SAR gabungan yang masih berjuang di lapangan. Peserta doa bersama berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Aiptu David Rico Dermawan menyampaikan rasa duka atas peristiwa yang menimpa lima jurnalis tersebut. Ia berharap proses pencarian yang sedang dilancarkan segera membuahkan hasil.
"Kami bersama-sama mendoakan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Dan proses pencarian pun dilancarkan," ujarnya.
David menilai hubungan kepolisian dan jurnalis tidak sekadar hubungan kerja, melainkan saling melengkapi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Rekan jurnalis dari semua elemen merupakan saudara dan mitra kepolisian dalam menjaga Kamtibmas. Jurnalis pemburu berita dan Tim Klewang pemburu kriminal, tidak bisa dipisahkan. Dalam pelaksanaannya, kedua profesi ini tentu saling membutuhkan dan mendukung," kata dia.
Ia turut mengingatkan rekan-rekan jurnalis agar mengedepankan keselamatan saat bertugas di lapangan. "Keberanian rekan-rekan dalam mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat patut dihargai. Namun keberanian itu harus tetap disertai pertimbangan terhadap keselamatan karena ada keluarga yang menunggu di rumah," kata dia.