Revitalisasi Museum Majapahit Dimulai, 88 Ribu Artefak Jadi Daya Tarik

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 14 September 2026 | 16:32:31 WIB
Revitalisasi Museum Majapahit dimulai di kawasan seluas sekitar 10 hektare.

SUMATERA BARAT — Revitalisasi ini menandai pengembangan museum di atas lahan sekitar 10 hektare. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

Mengapa Museum Majapahit Direvitalisasi

Fadli Zon menilai revitalisasi diperlukan agar Museum Majapahit lebih representatif dalam menggambarkan kebesaran peradaban Majapahit. Menurutnya, museum di kawasan Trowulan harus mampu menyajikan sejarah secara utuh, mulai dari perkembangan awal, masa kejayaan, hingga warisan peradabannya.

"Jangan sampai kita melihat kebesaran Majapahit, tetapi museumnya tidak representatif," kata Fadli.

Museum Majapahit sebelumnya merupakan Pusat Informasi Majapahit. Statusnya kemudian ditingkatkan menjadi museum sebagai bagian dari penataan koleksi dan penyajian sejarah Majapahit secara lebih profesional.

88 Ribu Artefak Jadi Kekuatan Utama

Koleksi Museum Majapahit mencapai lebih dari 88 ribu artefak. Jumlah itu menjadi tantangan sekaligus potensi besar karena seluruh koleksi membutuhkan penataan, konservasi, dokumentasi, dan penyajian sesuai nilai sejarahnya.

Koleksi tersebut meliputi arca, relief, terakota, prasasti, ornamen bangunan, benda arkeologi, serta berbagai peninggalan lain yang menggambarkan kehidupan masyarakat masa lalu. Pemerintah ingin koleksi yang tersimpan tidak sekadar dipajang, tetapi disusun dalam narasi sejarah yang membantu pengunjung memahami perjalanan peradaban Majapahit.

Konsep Museum Baru di Lahan 10 Hektare

Museum baru akan dikembangkan di kawasan seluas sekitar 10 hektare. Pembangunan ini bagian dari konsep pengembangan Trowulan sebagai salah satu pusat wisata sejarah dan budaya Indonesia.

Fadli mengatakan museum akan dirancang dengan pendekatan lebih modern. Konsepnya tidak hanya mengandalkan koleksi fisik, tetapi juga teknologi digital dan ruang imersif untuk memperkuat pengalaman pengunjung.

Pengunjung diharapkan tidak hanya melihat artefak, tetapi juga memahami konteks sejarah dan kebudayaan di balik benda-benda tersebut. Konsep ini diarahkan agar museum menarik bagi berbagai kelompok usia, termasuk generasi muda.

Revitalisasi juga diarahkan menjadikan museum sebagai ruang penelitian, pendidikan, pelestarian, dan pengenalan sejarah Majapahit kepada masyarakat.

Trowulan Diproyeksikan Jadi Kawasan Budaya Terpadu

Selain membangun museum, pemerintah mendorong berbagai situs peninggalan Majapahit di Trowulan terhubung dalam satu ekosistem wisata budaya. Fadli menilai kawasan Trowulan memiliki potensi besar karena menyimpan berbagai situs bersejarah.

Sejumlah situs tersebut diharapkan dikembangkan secara terintegrasi. Wisatawan tidak hanya mengunjungi museum, tetapi juga melihat langsung berbagai peninggalan sejarah di kawasan Trowulan.

Pengembangan kawasan ini diharapkan memberi dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar. Pemerintah mendorong keterlibatan warga melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, usaha lokal, hingga penyediaan akomodasi bagi wisatawan.

Dengan konsep tersebut, Trowulan tidak hanya diposisikan sebagai kawasan situs sejarah, tetapi juga ekosistem kebudayaan yang menghubungkan sejarah, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Target Jadi Ikon Budaya Indonesia

Fadli berharap Museum Majapahit mampu menjadi salah satu ikon kebudayaan Indonesia. Menurutnya, Majapahit memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Nusantara sehingga representasi peradaban tersebut harus disajikan secara serius dan komprehensif.

Museum juga diharapkan menjadi tempat masyarakat mengenal lebih jauh berbagai peninggalan Majapahit yang selama ini tersebar di kawasan Trowulan dan sekitarnya. Dengan koleksi lebih dari 88 ribu artefak, pemerintah memiliki modal besar untuk membangun narasi sejarah yang kuat.

Revitalisasi Museum Majapahit diharapkan membuat koleksi tersebut lebih mudah diakses masyarakat sekaligus memastikan peninggalan sejarah tetap terawat. Pembangunan museum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian kebudayaan dan menjadikan warisan sejarah Majapahit sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang dapat dipelajari generasi saat ini dan mendatang.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: koma.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top