SUMATERA BARAT — Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo. Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan rinci dari Ketua Tim Task Force Pelaksanaan Penataan Corporate Role Map, Rachmat Prayogi.
Setelah paparan utama, sosialisasi berlanjut dengan penjelasan mendetail mengenai hal-hal yang perlu disiapkan sebelum go live. Penjelasan mencakup tiga aspek utama: operasional, keuangan, dan komersial.
Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian karena penataan corporate role map menyentuh langsung pembagian peran dan tanggung jawab di lingkungan perusahaan daerah, cabang, dan anak usaha. Persiapan yang matang di ketiga lini diharapkan meminimalkan kendala saat go live nanti.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi medium transparansi informasi internal dalam mewujudkan penataan corporate role map. Dengan begitu, setiap unit yang terdampak memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tugas masing-masing menjelang implementasi.
Pelibatan perusahaan daerah, cabang, dan anak usaha sejak tahap sosialisasi menunjukkan penataan ini tidak hanya menyasar kantor pusat. Unit-unit di daerah perlu menyesuaikan struktur peran dan daftar tugas mereka agar selaras dengan kerangka baru yang disiapkan.
Go live yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026 menjadi tonggak penerapan penataan corporate role map secara penuh. Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah persiapan sebelum tanggal tersebut, dengan fokus memastikan seluruh pihak terkait memahami hal-hal yang harus disiapkan.
Bagi Pelindo, penataan peran korporat ini menjadi bagian dari upaya merapikan tata kelola di lingkungan grup yang mencakup kantor pusat, daerah, cabang, hingga anak usaha. Kejelasan peran dan tasklist menjadi kunci agar operasional pelabuhan tetap berjalan lancar saat kerangka baru diberlakukan.