58,34 Persen Wisman Pilih Wisata Kuliner Saat Liburan ke Indonesia

Penulis: Topan Lubis  •  Selasa, 15 September 2026 | 16:47:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan data wisata kuliner dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

SUMATERA BARAT — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan data tersebut dalam Konferensi Pers Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Menurutnya, hampir enam dari sepuluh wisman yang datang ke Indonesia menyempatkan diri mencicipi hidangan lokal, dari warung tenda hingga restoran fine dining.

Posisi kuliner sebagai aktivitas kedua tertinggi menggeser sejumlah kegiatan wisata konvensional. Wisatawan tidak lagi sekadar mengunjungi candi atau pantai, lalu pulang. Mereka mencari pengalaman rasa yang otentik, dan itu menjadi pintu masuk untuk menjelajahi daerah-daerah baru di luar Bali dan Jakarta.

Mengapa Angka Ini Penting bagi Traveler

Bagi wisatawan yang sedang merencanakan liburan, data ini menegaskan satu hal: kuliner bukan lagi pelengkap itinerary, melainkan alasan utama berkunjung. Destinasi yang punya kekayaan rasa khas punya daya tarik setara dengan destinasi yang mengandalkan pemandangan.

Widiyanti menilai potensi ini belum tergarap maksimal. "Potensinya pun sangat besar. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik tahun 2026, 58,34 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi, menjadikannya aktivitas kedua tertinggi," kata Widiyanti dalam konferensi pers tersebut.

Artinya, traveler yang datang ke Indonesia kini lebih sering menjadikan makanan sebagai penentu rute perjalanan. Mereka rela menempuh perjalanan jauh ke daerah penghasil rendang, misalnya, atau menyusuri pasar tradisional demi mencicipi jajanan yang tidak ditemukan di negara asal.

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 sebagai Panggung Berikutnya

Konferensi pers tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026. Pemerintah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi di mata wisatawan mancanegara maupun domestik.

Detail jadwal, lokasi, dan rangkaian acara Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 belum diumumkan lengkap dalam konferensi pers tersebut. Traveler yang tertarik mengikuti program ini disarankan memantau kanal resmi Kementerian Pariwisata untuk informasi tanggal dan cara pendaftaran.

Yang jelas, arah kebijakan pariwisata kini bergerak ke pengalaman berbasis rasa. Daerah yang punya tradisi kuliner kuat, seperti Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali, berpeluang besar masuk dalam peta promosi gastronomi tahun depan.

Implikasi untuk Perencanaan Liburan Anda

Kalau Anda sedang menyusun rencana liburan keluarga atau solo trip, data BPS ini bisa jadi pertimbangan. Menyisipkan sesi wisata kuliner, entah itu mengikuti cooking class, tur pasar pagi, atau food walking tour, memberi nilai tambah pada perjalanan yang mungkin sebelumnya hanya berisi kunjungan ke objek wisata.

Untuk wisatawan domestik, tren ini juga membuka peluang menjelajahi daerah lewat kulinernya. Tidak perlu terbang jauh. Kota-kota seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Makassar punya ekosistem kuliner yang siap dinikmati dengan rute yang mudah diakses.

Perlu dicatat, angka 58,34 persen merujuk pada wisman yang berkunjung sepanjang 2025, bukan proyeksi untuk tahun berjalan. Namun besarnya proporsi tersebut cukup menjadi sinyal bahwa gastronomi layak masuk daftar prioritas saat merencanakan perjalanan berikutnya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top