Timah Jadi Komoditas Pertama di ICOMEX, OJK Beberkan Alasannya

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 16 September 2026 | 12:23:01 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito menyampaikan timah ditetapkan sebagai komoditas pertama ICOMEX dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR.

SUMATERA BARAT — Timah ditetapkan sebagai komoditas pertama yang diperdagangkan di bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS) atau ICOMEX, yang dijadwalkan meluncur 17 September 2026. Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito menyebut timah dipilih karena dinilai paling siap dibanding komoditas lain. Langkah ini diharapkan mendorong transparansi perdagangan mineral sekaligus memperkuat hilirisasi di dalam negeri.

Keputusan menjadikan timah sebagai produk perdana ICOMEX disampaikan Sarjito dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR pada Selasa, 15 September 2026. Menurut dia, timah sudah lama diperdagangkan di Jakarta Futures Exchange (JFX), meski partisipasi pelakunya masih terbatas. Pengalaman itu membuat timah dinilai lebih matang untuk masuk ke bursa baru.

Selain faktor kesiapan pasar, keterlibatan pemerintah melalui MIND ID menjadi pendorong utama. Dukungan tersebut diharapkan membuat perdagangan timah melalui bursa berjalan lebih transparan, baik pada tahap awal di bursa maupun pada transaksi business to business (B2B) yang pelaporannya akan diatur lewat sistem reporting.

Transparansi dan Likuiditas Jadi Sasaran

Sarjito menilai perdagangan timah lewat bursa akan membantu terbentuknya likuiditas pasar. Permintaan dari industri domestik juga diproyeksikan memberi dampak positif terhadap pengembangan bursa mineral dan komoditas strategis.

"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat bagus, sehingga mendorong transparansi untuk perdagangan, baik transparansi di bursa pada awal-awal maupun B2B yang nanti reporting system-nya," tutur Sarjito.

Ia menambahkan, kehadiran bursa ini turut mendorong hilirisasi dan industrialisasi. Menurut dia, pengolahan mineral di dalam negeri bisa diperluas hingga tahap akhir, misalnya nikel yang diproses menjadi baterai mobil listrik.

"Dan ini juga mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta mengoptimalkan juga smelter sampai misalnya nikel mungkin diproses di dalam negeri sampai menjadi baterai mobil listrik dan sebagainya," ujar Sarjito.

Daftar Komoditas Menunggu Perpres

Rincian mineral dan komoditas strategis yang akan diperdagangkan, termasuk instrumen derivatifnya, akan dituangkan dalam peraturan presiden (perpres). OJK mengaku telah menyiapkan dan mengusulkan daftar komoditas tersebut dalam penyusunan ketentuan BMKS.

Menurut Sarjito, aturan itu dirancang fleksibel agar komoditas baru bisa ditambahkan kapan pun jika dinilai strategis. "Dan ada ketentuan lainnya, sehingga fleksibel untuk ditambahkan pada saat kita menganggap bahwa itu akan menjadi komoditas strategis ataupun mineral lainnya," ujarnya.

Peran MIND ID dan Dampak ke Emiten

Soal peran MIND ID Group, Sarjito menyebut holding BUMN tambang itu memberi dukungan penuh terhadap pengembangan bursa. Posisinya sebagai entitas pemerintah dinilai menjadi suporter utama agar anggota-anggota mereka aktif bertransaksi di bursa mineral dan komoditas.

"Sangat suportif, karena MIND ID kan government dan mereka yang menjadi suporter utama agar member-member mereka itu bisa melakukan perdagangan di bursa mineral dan komoditas," kata dia.

Kehadiran ICOMEX juga diyakini meningkatkan keterbukaan informasi emiten melalui sistem pelaporan perdagangan. Sarjito menyebut hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat akan menjadi lebih terbuka. "Pasti, dong. Makanya dengan adanya bursa mineral dan komoditas strategis ini, nanti hal-hal lain itu akan menjadi menyesuaikan. Yang tadinya tidak kelihatan, jadi kelihatan," ujarnya.

Peluncuran ICOMEX pada 17 September 2026 akan dibarengi pengundangan dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). Keduanya mengatur penahapan peralihan tugas dan wewenang pengaturan serta pengawasan transaksi di BMKS, dan penyelenggaraan bursa mineral dan komoditas strategis itu sendiri.

Bagi pasar, timah menjadi uji coba pertama seberapa jauh bursa baru ini mampu menarik partisipasi pelaku dan membuka data perdagangan mineral yang selama ini lebih banyak berlangsung di luar bursa.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top