PAYAKUMBUH — Kontingen Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Payakumbuh terdiri atas 14 putra dan 19 putri. Seluruhnya pelajar SDIT Madani yang akan bersaing dengan perwakilan kabupaten/kota se-Sumatra Barat. Wali Kota Zulmaeta menitipkan pesan agar para peserta tampil maksimal di tingkat provinsi.
Panitia menetapkan empat kategori penilaian utama pada lomba tahun ini. Peserta akan diuji pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB), variasi formasi, senam, dan tari. Kombinasi keempat kategori menuntut kekompakan sekaligus ketangkasan fisik para murid.
Elzadaswarman menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi ketangkasan. Menurutnya, Pocil menjadi wadah edukasi lalu lintas sejak dini bagi anak-anak sekolah dasar.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi Pemko Payakumbuh kepada siswa, pelatih, pihak sekolah, dan orang tua. Ia menekankan pentingnya disiplin serta kekompakan selama bertanding.
"Anak-anakku sekalian adalah putra-putri terbaik yang membawa nama harum Payakumbuh. Sesuai pesan Bapak Wako Zulmaeta, tampilkanlah yang terbaik, junjung tinggi kedisiplinan, serta jaga kekompakan dan mental juara selama bertanding," ujar Elzadaswarman.
Melalui variasi gerakan dan baris-berbaris, para murid dilatih untuk fokus, patuh, dan memupuk jiwa kepemimpinan. Elzadaswarman menyebut mereka sebagai agen pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Kalian adalah agen pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus contoh kedisiplinan bagi teman-teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tegasnya.
Prosesi pelepasan turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Fiqih Rahmat dan Sekretaris Dinas Perhubungan Yulhendri. Tim official dan pelatih dari Polres Payakumbuh serta para wali murid juga hadir memberikan dukungan.
Pemko Payakumbuh berpesan agar seluruh kontingen menjaga stamina dan kesehatan hingga perlombaan usai. Bagi pemerintah daerah, menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi mental pantang menyerah dinilai sebagai bekal berharga untuk masa depan para murid.