Pemilihan wali nagari (Pilwana) sistem elektronik (e-voting) perdana di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berjalan sukses dengan tingkat partisipasi mencapai 63,03 persen. Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau langsung pelaksanaan di Nagari Air Bangis dan Ujung Gading. Rangkaian Pilwana Serentak 2026 berlangsung 17 September hingga 20 Oktober 2026.
PASAMAN BARAT — Kabupaten Pasaman Barat mencatat sejarah baru dengan menggelar pemilihan wali nagari (Pilwana) berbasis e-voting untuk pertama kalinya. Dua nagari yang mengikuti tahap perdana, Nagari Ujung Gading dan Nagari Air Bangis, menyelesaikan pemungutan suara tanpa kendala berarti.
Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau langsung pelaksanaan Pilwana di Air Bangis, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan dan Sekda Doddy San Ismail. Ia menyebut pelaksanaan di kedua nagari berjalan aman dan lancar.
"Alhamdulillah pelaksana pemilihan wali nagari perdana di Nagari Air Bangis dan Ujung Gading berjalan dengan aman dan lancar dan mudah-mudahan menjadi contoh bagi nagari lainnya nantinya," kata Yulianto.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Syaikhul Putra merinci partisipasi di Nagari Ujung Gading mencapai 63,03 persen atau 2.941 pemilih dari daftar pemilih tetap (DPT) 4.666 orang. Sementara Nagari Air Bangis mencatat partisipasi sekitar 46,97 persen atau 10.349 orang dari DPT 22.031 orang.
Dari hasil rekapitulasi, pasangan nomor urut 4 unggul di Nagari Ujung Gading, sedangkan pasangan nomor urut 3 memimpin di Nagari Air Bangis.
Pemilih menggunakan perangkat digital di tempat pemungutan suara dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) ke monitor, lalu langsung memilih tanpa perlu membuka kertas suara. Yulianto menilai mekanisme ini mempersempit ruang kecurangan karena pemilih tercatat sesuai data kependudukan.
"Menggunakan perangkat digital di tempat pemungutan suara, pemilihan bisa dilakukan dengan cepat dan tidak ada kendala. Juga kecurangan tidak ada karena warga memilih sesuai dengan nomor induk kependudukannya," ujarnya.
Salah seorang pemilih di Silawai Air Bangis, Tanti, mengaku baru pertama kali mencoba sistem elektronik dan tidak menemui hambatan.
"Saya memilih dengan lancar dan tidak ada kendala. Pemilihan dapat dilakukan dengan cepat tanpa perlu membuka kertas suara, cukup masukkan NIK di monitor dan langsung pilih," kata Tanti.
Pilwana 2026 diikuti 354 orang calon wali nagari yang memperebutkan posisi pimpinan tertinggi di 87 nagari. Selama ini, 87 nagari di Pasaman Barat masih dijabat penjabat dari aparatur sipil negara.
Yulianto berharap terpilihnya wali nagari definitif dapat membuat pelayanan kemasyarakatan berjalan maksimal. "Kita berharap nantinya dengan terpilihnya yang definitif maka pelayanan kemasyarakatan dapat secara maksimal dilakukan," ujar dia.
Sekda Doddy San Ismail menyebut rangkaian Pilwana Serentak 2026 berlangsung mulai 17 September hingga 20 Oktober 2026. Pelantikan wali nagari terpilih dijadwalkan pada awal November 2026.