Program Studi DIII Manajemen Pajak Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang menggelar pelatihan literasi digital, keuangan, dan pajak bagi 20 pelaku UMKM di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kegiatan bertajuk Program Integrasi Prodi dan Nagari itu berlangsung Jumat (31/7) dan dibuka Sekretaris Nagari Panyalaian, Wike Fitria Putri. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Barat dan Jambi serta praktisi industri kreatif Kota Padang.
TANAH DATAR — Program Studi DIII Manajemen Pajak Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari. Sasaran kegiatan adalah 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Pelatihan bertema "Peningkatan Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak untuk Meningkatkan Kompetensi UMKM" itu digelar Jumat (31/7) di Nagari Panyalaian. Kegiatan ini dibuka Sekretaris Nagari Panyalaian, Wike Fitria Putri.
Wike menyampaikan apresiasi kepada Program Studi DIII Manajemen Pajak UNP atas terselenggaranya kegiatan pengabdian yang dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM setempat.
"Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital, mengelola keuangan usaha, serta memenuhi kewajiban perpajakan secara baik dan benar," demikian disampaikan dalam sambutannya.
Tim pengabdian dipimpin Yokazio Sharen, S.E., M.M., bersama sejumlah dosen sebagai anggota: Firman, S.E., M.Sc., Irdha Yusra, S.E., M.Sc., Mike Yolanda, S.P., M.M., Sari Arsita, S.I.A., M.A., Siti Rahmi Hidayatullah, M.M., serta Shintya Dwi Permata, S.Ak., M.Ak.
Yokazio menuturkan Program Integrasi Prodi dan Nagari menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan. Menurutnya, penguatan literasi digital, literasi keuangan, dan literasi perpajakan adalah tiga kompetensi yang harus dimiliki pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah transformasi ekonomi digital.
Sesi literasi perpajakan disampaikan Erik Rubiyanto, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Barat dan Jambi. Erik menjelaskan pentingnya kesadaran pajak bagi pelaku UMKM, hak dan kewajiban perpajakan, serta pemanfaatan layanan administrasi perpajakan berbasis digital.
Kegiatan itu juga dihadiri Trio Nofriadi, Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi. Kehadiran tersebut menandai dukungan DJP terhadap peningkatan literasi perpajakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Nagari Panyalaian.
Pada sesi literasi digital, peserta mendapat materi dari Desbi Sugari, S.Hum., CEO Witbox Creative Media sekaligus konten kreator asal Kota Padang dan pendiri akun Instagram @ota_lapau. Desbi membagikan pengalaman serta strategi memanfaatkan media digital untuk mengembangkan usaha.
Materi yang dibahas mencakup cara membangun identitas merek (branding), menyusun konten kreatif yang menarik, hingga mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi. Peserta juga menerima kiat praktis untuk meningkatkan visibilitas produk dan memperluas pangsa pasar melalui platform digital.
Pembekalan literasi keuangan menitikberatkan pada pentingnya pencatatan keuangan usaha, pengelolaan arus kas, serta pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Materi ini diharapkan membantu pelaku UMKM Nagari Panyalaian mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan menjaga keberlanjutan usaha.
Kegiatan pengabdian tersebut turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya mencakup Goal 4 (Quality Education) melalui penyediaan pelatihan dan edukasi berkualitas bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini mendukung Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) lewat penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan. Dukungan juga diberikan pada Goal 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem informasi dalam pengelolaan usaha.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Goal 17 (Partnership for the Goals) karena melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, Direktorat Jenderal Pajak, dan praktisi industri kreatif.