Unand Dampingi UMKM Pisang Salai Badaruak "Audy's" di Pesisir Selatan, Dorong Kemasan dan Pemasaran Digital

Penulis: Binsar Gultom  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:24:31 WIB

Universitas Andalas mendampingi UMKM Pisang Salai Badaruak "Audy's" di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Pendampingan menyasar inovasi kemasan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta pemasaran digital lewat Shopee dan Instagram. Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang Batch II Unand Tahun 2026 ini diketuai Dr. Hendra Saputra bersama dua dosen dan tiga mahasiswa.

PESISIR SELATAN — Tim pengabdian Universitas Andalas mendampingi UMKM Pisang Salai Badaruak "Audy's" yang berlokasi di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Pendampingan berfokus pada peningkatan daya saing produk melalui teknologi, inovasi kemasan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta pemasaran digital.

Kegiatan berjalan lewat Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang Batch II Universitas Andalas Tahun 2026. Tim pengabdian diketuai Dr. Hendra Saputra dengan anggota dosen Fra Firdani dan Dr. Sepri Reski, melibatkan pula tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian: Irvan Fernando, Arief Pribadi Utama, dan Akif Al Asad.

Potensi Pisang Salai Badaruak Jadi Latar Program

Hendra Saputra menyebut potensi produk pangan olahan lokal menjadi dasar pelaksanaan program. Pisang Salai Badaruak dinilai punya cita rasa khas dan peluang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

"Program ini dilatarbelakangi oleh potensi Pisang Salai Badaruak sebagai salah satu produk pangan olahan lokal yang memiliki cita rasa khas dan peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi," kata Hendra Saputra, Kamis (17/9).

Untuk bersaing di pasar lebih luas, produk lokal membutuhkan dukungan pada aspek teknologi produksi, kemasan, branding, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Universitas Andalas memberikan bantuan alat dan teknologi tepat guna kepada mitra.

Bantuan diarahkan agar proses produksi lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha. "Pemberian alat juga disertai dengan pendampingan penggunaan teknologi sehingga mitra tidak hanya menerima peralatan, tetapi memahami cara pemanfaatannya sesuai kebutuhan produksi," ujar Hendra.

Tim pengabdian menekankan penerapan teknologi pada UMKM harus disesuaikan dengan kondisi usaha, mudah digunakan, dan memberi manfaat nyata terhadap efisiensi maupun kualitas produk.

Kemasan Baru hingga Etalase di Shopee dan Instagram

Selain teknologi produksi, pendampingan menyentuh inovasi kemasan dan branding. Kemasan diarahkan agar lebih menarik, informatif, praktis, dan memperkuat identitas Pisang Salai Badaruak "Audy's".

Kemasan tidak sekadar melindungi produk, tetapi menjadi bagian strategi pemasaran. Tampilan yang baik dapat meningkatkan daya tarik konsumen sekaligus memberi kesan profesional terhadap produk UMKM.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting. Tim Unand memfasilitasi produk tersebut untuk dipasarkan melalui Shopee.

"Mitra mendapatkan pendampingan dalam menyiapkan informasi produk, foto produk, deskripsi, serta pengelolaan pemasaran melalui platform digital. Kehadiran produk di Shopee diharapkan dapat mempermudah konsumen dari luar daerah untuk memperoleh produk khas Pesisir Selatan tersebut," kata Hendra.

Instagram turut dimanfaatkan sebagai media promosi. Platform ini dipakai memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan, membangun identitas merek, dan memperluas jangkauan komunikasi dengan calon konsumen.

Strategi itu diharapkan mengubah pola pemasaran yang sebelumnya terbatas pada pasar lokal menjadi pemasaran yang menjangkau konsumen lebih luas.

K3 Jadi Bagian Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha diikuti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Tim memberikan sosialisasi mengenai potensi bahaya dalam proses produksi, penggunaan peralatan secara aman, kebersihan lingkungan kerja, serta prosedur kerja yang baik.

Penerapan K3 dinilai penting karena peningkatan produksi harus tetap memperhatikan keselamatan pekerja dan keamanan lingkungan kerja. Dengan penerapan yang baik, proses produksi diharapkan berlangsung lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Keterlibatan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menerapkan ilmu dari bangku kuliah. Mereka juga mendapat pengalaman memahami persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM.

"Produk yang berkualitas perlu didukung teknologi yang tepat, kemasan yang menarik, penerapan K3, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen. Karena itu, pendampingan dilakukan secara terpadu agar mitra dapat berkembang secara mandiri," kata Hendra.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top