PAINAN — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan bersama seluruh pengurus cabang olahraga menyepakati usulan perubahan jadwal Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Jadwal yang semula 2-14 Oktober 2026 diusulkan menjadi 1-12 Desember 2026. Kesepakatan itu dituangkan melalui tanda tangan para pimpinan cabang olahraga dalam daftar hadir rapat koordinasi.
Rapat koordinasi diikuti Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando, perwakilan BPKPAD, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli, serta jajaran pengurus cabang olahraga. Pembahasan utama menyangkut kesiapan kontingen Pesisir Selatan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli menyampaikan bahwa kontingen masih memerlukan tambahan waktu untuk mematangkan berbagai persiapan. Persiapan itu meliputi administrasi, penganggaran, kesiapan atlet dan pelatih, ofisial, perlengkapan pertandingan, serta kebutuhan teknis lainnya.
Ia menegaskan usulan penundaan bukan berarti Pesisir Selatan tidak mendukung penyelenggaraan Porprov. Tambahan waktu diperlukan agar seluruh kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan secara maksimal.
"Kami tetap mendukung penuh pelaksanaan Porprov. Yang kami harapkan adalah adanya penyesuaian jadwal sehingga seluruh persiapan kontingen dapat dilakukan dengan baik," ujar Adli.
Sebelum rapat koordinasi, jajaran KONI Pesisir Selatan lebih dulu menemui Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni untuk membicarakan kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI. Dalam pertemuan itu, bupati memberi kesempatan kepada KONI dan masing-masing cabang olahraga menyampaikan kondisi serta pertimbangan mereka.
Adli menyatakan Hendrajoni tidak memberikan intervensi terhadap keputusan yang kemudian diambil KONI bersama pengurus cabang olahraga.
"Pak Bupati memberikan ruang kepada kita semua untuk memilih opsi terbaik. Beliau tidak mengintervensi kebijakan yang lahir dari pembahasan KONI bersama cabang olahraga," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando memastikan pemerintah daerah tetap mendukung keikutsertaan kontingen Pesisir Selatan. Pemkab Pesisir Selatan telah menyiapkan anggaran Rp 2,185 miliar melalui APBD Perubahan 2026.
"Untuk pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp2.185.000.000 pada APBD Perubahan Tahun 2026," ujar Ronald.
Menurutnya, alokasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah mendukung atlet-atlet Pesisir Selatan yang akan berlaga di ajang olahraga tingkat provinsi. Meski begitu, Ronald mengingatkan penggunaan anggaran harus tetap mengikuti prosedur pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Setiap penggunaan anggaran tentu harus melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku. Dukungan pemerintah daerah sudah tersedia, tetapi pelaksanaannya tetap harus tertib administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Adli menegaskan permintaan penyesuaian jadwal tidak berkaitan dengan dukungan pemerintah daerah maupun ketersediaan anggaran. Pertimbangan utamanya adalah waktu yang dinilai cukup terbatas untuk menuntaskan persiapan kontingen.
Jika jadwal diundur, KONI dan seluruh cabang olahraga akan memiliki kesempatan lebih luas mempersiapkan atlet, merampungkan administrasi, serta memenuhi kebutuhan kontingen. Adli menyebut usulan itu merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan keputusan sepihak KONI Pesisir Selatan.
"Penyesuaian jadwal akan memberikan waktu yang lebih memadai bagi KONI dan seluruh cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet, menyelesaikan administrasi, serta memenuhi berbagai kebutuhan kontingen sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku," katanya.
KONI Pesisir Selatan berharap usulan tersebut menjadi bahan pertimbangan Gubernur Sumatera Barat dan KONI Sumatera Barat dalam menentukan jadwal pelaksanaan Porprov XVI 2026.
"Kami berharap ada penyesuaian jadwal agar persiapan atlet dan seluruh kebutuhan kontingen dapat dilaksanakan secara matang," ujar Adli.