DAP Sumatera Barat Luncurkan SIPANTAU TPBIS, Integrasikan Data dan Monitoring Program Perpustakaan Inklusi Sosial

Penulis: Topan Lubis  •  Minggu, 20 September 2026 | 14:23:02 WIB

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat meluncurkan inovasi SIPANTAU TPBIS, sistem tata kelola perpustakaan berbasis inklusi sosial yang mengintegrasikan kolaborasi, pendataan, dan monitoring di Padang. Inovasi ini menjawab belum optimalnya implementasi TPBIS, data kelompok masyarakat yang belum terintegrasi, serta monitoring yang belum efektif. Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan DAP Sumbar Fajri Rahmad Ersya menyebut program ini mengusung semangat "Bersama, Perpustakaan Hadir untuk Semua".

PADANG — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DAP) Provinsi Sumatera Barat resmi meluncurkan SIPANTAU TPBIS, singkatan dari Transformasi Tata Kelola Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui Penguatan Kolaborasi dan Sistem Pendataan serta Monitoring. Terobosan ini dirancang untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis data.

Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan DAP Sumbar Fajri Rahmad Ersya menyatakan inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak di lapangan. Implementasi TPBIS selama ini belum optimal, pengelolaan data kelompok masyarakat dan kegiatan belum terintegrasi, dan sistem monitoring dinilai perlu diperkuat.

"Melalui penguatan tata kelola ini, kami mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital ke dalam pelaksanaan program guna mewujudkan perpustakaan modern dengan mengusung semangat 'Bersama, Perpustakaan Hadir untuk Semua'," ujar Fajri di Padang.

Masyarakat Jadi Pusat Setiap Kegiatan

TPBIS menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kegiatan perpustakaan. Fajri menilai masyarakat modern tidak lagi hanya membutuhkan koleksi buku, melainkan ruang belajar yang dekat, terbuka, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Perpustakaan dituntut bertransformasi menyediakan layanan yang mudah diakses, ruang belajar inklusif bagi berbagai kalangan, serta mampu menjawab potensi lokal dengan mengenali karakteristik tiap komunitas. Setiap program TPBIS diawali dari proses mendengarkan, melibatkan, dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.

Kebutuhan yang teridentifikasi kemudian diterjemahkan menjadi kegiatan pembelajaran praktis dan kreatif. Ragam kegiatan meliputi program kewirausahaan, literasi digital, keterampilan hidup (life skills), hingga pengembangan potensi masyarakat setempat.

"Pembelajaran dalam TPBIS tidak berhenti pada teori semata, melainkan mendorong masyarakat untuk belajar melalui praktik (learning by doing), berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat," tutur Fajri.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kekuatan program ini bertumpu pada semangat saling berbagi ilmu dengan melibatkan pelaku usaha, akademisi, praktisi, anggota komunitas, hingga individu yang memiliki pengalaman dan keahlian. Perpustakaan hadir mempertemukan masyarakat yang membutuhkan ilmu dengan mereka yang bersedia berbagi.

Secara struktural, SIPANTAU TPBIS mengintegrasikan empat elemen kunci. Pertama, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pendataan kelompok masyarakat dan kegiatan secara terintegrasi.

Ketiga, monitoring dan evaluasi berbasis data. Keempat, penyediaan Dashboard TPBIS untuk visualisasi data, kolaborasi, dan capaian secara lebih terukur.

Empat Pilar Perpustakaan untuk Semua

Melalui integrasi sistem ini, DAP Sumbar menargetkan program TPBIS menjadi lebih terarah dan terukur. Partisipasi masyarakat diharapkan meningkat, pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang inklusi sosial semakin optimal, dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat.

Transformasi ini diarahkan mewujudkan model perpustakaan yang memenuhi empat pilar utama: Akses Merata, Ruang Ramah, Kesetaraan, dan Pemberdayaan bagi seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat. Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca, tetapi ruang untuk belajar, berbagi, dan berdaya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top