PLN Group Kantongi 5 Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 24 September 2026 | 11:35:31 WIB
PLN Group menandatangani lima perjanjian kolaborasi strategis senilai Rp3,3 triliun pada Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9).

SUMATERA BARAT — PLN Group meneken lima perjanjian kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9). Kesepakatan ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mempercepat transisi energi bersih sekaligus mendukung swasembada energi nasional.

Paragraf pembuka: Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa kedaulatan energi Indonesia harus ditopang sistem kelistrikan yang cukup, andal, terjangkau, dan makin bersih. Menurutnya, kebutuhan listrik terus meningkat seiring hilirisasi, pertumbuhan pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi.

Lima Kesepakatan yang Diteken

Kolaborasi yang dijalin mencakup sejumlah inisiatif. Pertama, dedieselisasi terintegrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) Hibrida di wilayah terisolasi. Kedua, modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Ketiga, penguatan rantai pasok dan alih teknologi komponen kritis kelistrikan. Keempat, pemeliharaan aset generator dan motor listrik. Kelima, ekspansi global layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pembangkit di kawasan Asia-Pasifik.

Dorongan Pemerintah: PLTS 100 GW

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia konsisten memenuhi target Net Zero Emissions (NZE) pada 2050 hingga 2060. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), sekitar 70 persen energi didorong berasal dari energi baru terbarukan, dengan tambahan 100 gigawatt PLTS.

"Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target Net Zero Emissions kita di 2050 sampai dengan 2060. Caranya apa? Di RUPTL kita dorong (sekitar) 70% ada energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt (GW) PLTS," ujar Bahlil.

Program PLTS 100 GW membutuhkan investasi Rp1.140 triliun. Bahlil memproyeksikan program ini menghasilkan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun, menyerap 5,518 juta tenaga kerja, menurunkan emisi gas rumah kaca 140,16 juta ton CO2, serta berpotensi membuka nilai pasar karbon hingga Rp6,31 triliun.

Prioritas Produk Dalam Negeri

Bahlil menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, akademisi, dan pengusaha dalam mengawal kedaulatan energi. Ia berharap kebutuhan proyek ini memprioritaskan produk dalam negeri.

"Untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha. Dan kita mengharapkan, untuk memenuhi semua kebutuhan daripada proyek ini, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri. Kalau di dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tegas Bahlil.

Dampak Ekonomi yang Terukur

Darmawan menyebut forum Electricity Connect berperan sebagai ekosistem kolaboratif. Pemerintah memberi arah kebijakan, PLN menerjemahkan strategi, sementara mitra dan investor menyokong teknologi serta investasi.

"Indonesia memiliki sumber daya dan permintaan. Dunia memiliki teknologi, keahlian, dan modal. Forum ini mempertemukan kekuatan itu agar kerja sama langsung menjadi program yang nyata. Hari ini sudah ada wujudnya. Kolaborasi-kolaborasi strategis berhasil disepakati hingga mencapai Rp3,3 triliun," ungkap Darmawan.

Dari ekosistem tersebut, menurut Darmawan, lahir dampak terukur: investasi masuk, teknologi diadopsi, industri dalam negeri tumbuh, dan sumber daya manusia makin kuat. Ujungnya, lapangan kerja tercipta, kawasan bergerak, kemiskinan turun, dan kesejahteraan masyarakat lebih merata.

Penutup: Bagi PLN, lima kolaborasi senilai Rp3,3 triliun ini menjadi pijakan awal menerjemahkan target PLTS 100 GW ke dalam proyek nyata. Keberhasilan program tersebut akan menentukan posisi Indonesia di peta transisi energi kawasan, sekaligus menguji kesiapan industri dalam negeri memasok komponen kelistrikan.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top