Stasiun Lubuk Alung Layani 132.054 Pelanggan Semester I 2026, Naik 53,51 Persen

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:08:31 WIB
Calon penumpang menunggu kereta di peron Stasiun Lubuk Alung, Padang Pariaman.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat 132.054 pelanggan di Stasiun Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, sepanjang Semester I 2026 atau naik sekitar 53,51 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan itu berjalan seiring bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api di koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, dan Lubuk Alung–Kayu Tanam. KAI Divre II Sumbar menyebut pertumbuhan ini menjadi dasar penguatan layanan sekaligus pembukaan potensi pengembangan kawasan sekitar stasiun.

PADANG PARIAMAN — Kenaikan jumlah pelanggan Stasiun Lubuk Alung tercatat bertahap dalam lima tahun terakhir. Pada Semester I 2021 stasiun ini melayani 23.268 pelanggan, lalu 40.418 pelanggan pada 2022, 63.702 pelanggan pada 2023, 77.702 pelanggan pada 2024, dan 86.020 pelanggan pada 2025.

Angka Semester I 2026 yang mencapai 132.054 pelanggan menjadikan Lubuk Alung salah satu titik dengan pertumbuhan tertinggi di lingkungan Divre II Sumbar.

Frekuensi Perjalanan Bertambah Sejak 2025

Peningkatan pelanggan tidak lepas dari penambahan jadwal kereta. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani 8 perjalanan per hari, lalu naik menjadi 10 perjalanan per hari sejak 2025 hingga sekarang.

Pola operasi KA Lembah Anai juga berubah. Sebelumnya enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi, kini enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Padang pulang-pergi.

Perubahan relasi itu memperluas akses warga Padang Pariaman menuju pusat aktivitas di Kota Padang. Dampaknya terlihat pada potensi pelanggan yang dilayani stasiun ini.

KAI Sebut Keselamatan dan Keandalan Operasional Jadi Prioritas

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menilai pertumbuhan pelanggan dan frekuensi perjalanan menegaskan posisi Stasiun Lubuk Alung dalam mobilitas masyarakat.

"Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang. Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan," ujar Reza.

Lahan Sekitar Pasar Rakyat Disiapkan untuk Kegiatan Komersial

Selain layanan angkutan, KAI melihat peluang pemanfaatan aset di kawasan stasiun. Lahan di sekitar pasar rakyat berpotensi dikembangkan untuk kegiatan komersial dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian.

Dua potensi lain yang disorot adalah pengembangan area parkir dan penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik. Keduanya disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Di sisi layanan pendukung, Klinik Mediska turut menjadi bagian ekosistem pelayanan KAI di kawasan Lubuk Alung. Fasilitas kesehatan itu dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai layanan yang tersedia.

"Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya. Optimalisasi aset, pengembangan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan listrik, serta keberadaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem yang memberikan nilai tambah. Tentunya seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, dan kebutuhan masyarakat," tutup Reza.

Dampak ke Warga Padang Pariaman dan Sekitarnya

Bagi warga Padang Pariaman, kehadiran Stasiun Lubuk Alung memangkas ketergantungan pada angkutan pribadi untuk perjalanan menuju Padang, Pariaman, maupun Kayu Tanam. Relasi Kayu Tanam–Padang yang kini dilayani KA Lembah Anai menambah pilihan bagi pelajar, pekerja, dan pelaku usaha yang rutin melintas.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus mengembangkan layanan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Tujuannya agar keberadaan stasiun memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top