SUMATERA BARAT — Samsung Galaxy S26 FE resmi diperkenalkan sebagai flagship terjangkau dengan chipset 3nm Exynos 2500, layar AMOLED 120Hz, dan pengisian cepat 45W. Ponsel ini membawa fitur My FanCam yang sebelumnya eksklusif di lini lipat Samsung, plus jaminan pembaruan OS hingga 7 generasi. Perangkat ini menyasar generasi muda yang ingin pengalaman flagship tanpa harus membayar harga tertinggi di tengah lonjakan harga pasar.
Samsung Electronics Indonesia memposisikan Galaxy S26 FE sebagai jawaban atas tren kenaikan harga smartphone flagship yang membuat konsumen harus memilih antara membayar lebih mahal atau berkompromi pada fitur. Ponsel ini membawa teknologi yang sebelumnya hanya ada di lini tertinggi Samsung ke rentang harga yang lebih ramah kantong.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut perangkat ini dirancang untuk memberikan nilai terbaik dan investasi jangka panjang bagi generasi muda.
"Di tengah lonjakan harga smartphone kelas atas saat ini, Galaxy S26 FE hadir membuktikan bahwa pengalaman flagship sejati bisa diakses secara rasional: mulai dari layar 120Hz yang mulus, kamera pintar berbasis Galaxy AI, hingga performa prosesor 3nm," ujar Ilham dalam keterangan resminya.
Kombinasi layar 120Hz dan chipset 3nm menempatkan S26 FE di atas standar kelas menengah yang masih sering memakai panel 60Hz dan pengisian daya lambat. Jaminan 7 generasi pembaruan OS juga menjadi nilai tambah untuk pemakaian jangka panjang.
My FanCam menjadi fitur paling menonjol di Galaxy S26 FE. Teknologi ini sebelumnya hanya tersedia di lini hape lipat Samsung, dan kini didemokratisasi ke kelas yang lebih terjangkau.
Cara kerjanya berbeda dari kamera konvensional. Pengguna cukup merekam panggung atau keseluruhan aksi secara utuh, lalu setelah rekaman selesai, Galaxy AI memungkinkan pemilihan siapa yang ingin dijadikan sorotan utama.
Sistem otomatis melacak pergerakan subjek dan menyesuaikan framing agar fokus tetap tertuju padanya sepanjang video. Dari satu rekaman konser atau koreografi tari, pengguna bisa mengekstrak berbagai sudut pandang penceritaan yang berbeda.
Merekam aksi berkecepatan tinggi sering menghasilkan footage miring yang memaksa pengguna membeli gimbal fisik tambahan atau repot melakukan crop-and-rotate saat editing. Horizontal Lock pada Super Steady menjawab masalah tersebut.
Fitur ini memungkinkan Galaxy S26 FE mempertahankan orientasi horizontal video ketika perangkat dimiringkan atau diputar. Garis cakrawala dikunci secara otomatis, memastikan rekaman tetap sejajar sekalipun smartphone berguncang keras atau dimanuver secara dinamis.
Kreator konten bisa berlari, melompat, dan mengejar aksi terbaik tanpa khawatir posisi genggaman merusak kualitas visual video.
Kamera depan 12MP Galaxy S26 FE mengusung Field of View 85°, lebih lega dibandingkan sudut kamera selfie standar maupun pendahulunya yang hanya 80°. Sudut pandang lebih luas ini membantu pengguna memasukkan lebih banyak orang dan konteks ke dalam frame tanpa harus menjulurkan tangan terlalu jauh.
Bagi kreator yang sering membuat konten bersama teman, perbedaan 5 derajat ini cukup terasa ketika ingin menangkap suasana latar tanpa harus memotongnya.
Samsung menyebut Galaxy S26 FE sebagai satu-satunya pilihan di kelasnya yang menawarkan My FanCam. Klaim ini masuk akal mengingat fitur tersebut sebelumnya terkunci di lini lipat Samsung yang harganya jauh lebih tinggi.
Dibanding pendahulunya, S26 FE membawa peningkatan di beberapa area kunci: chipset 3nm, pengisian 45W, dan kamera depan dengan sudut lebih lebar. Samsung juga menyertakan paket keuntungan bernilai jutaan rupiah untuk memperkuat nilai jual di tengah pasar yang menuntut konsumen lebih jeli.
Galaxy S26 FE cocok untuk pengguna muda yang aktif membuat konten video, sering merekam konser atau aktivitas olahraga, dan ingin pengalaman flagship tanpa harus merogoh kocek di level tertinggi. Jaminan pembaruan OS 7 generasi menjadikannya pilihan investasi jangka panjang yang sulit diabaikan di segmen ini.