Dinas Kebudayaan Sumatera Barat menggelar pameran karya seni siswa bertajuk Rauik Rang Mudo di Galeri Taman Budaya Sumbar, Padang, yang berlangsung 24 September hingga 3 Oktober 2026. Pameran ini menampilkan hasil kolaborasi siswa SMKN 4 Padang dan SMKN 8 Padang sebagai ruang berproses sekaligus memperkenalkan budaya Minangkabau lewat karya seni rupa dan kriya. Pemerintah provinsi menyebut galeri tersebut disediakan sebagai wadah kreativitas yang bisa dimanfaatkan pelajar untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
PADANG — Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Fadhli Junaidi menyatakan karya para siswa menunjukkan kreativitas sekaligus perhatian terhadap nilai-nilai lokal yang dapat terus dikembangkan dalam proses pembelajaran seni. Penyelenggaraan pameran ini melibatkan dua sekolah menengah kejuruan di Kota Padang, yakni SMKN 4 dan SMKN 8, yang mengolah gagasan bersama menjadi karya seni rupa dan kriya.
Menurut Fadhli, pameran menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada siswa untuk berproses dan berkarya di bidang seni. Kegiatan itu juga dinilai sebagai proses pembelajaran yang lebih luas dari sekadar memajang hasil akhir.
Fadhli menyebut pameran tidak hanya berkaitan dengan hasil karya yang dipamerkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bertukar gagasan, dan membangun kerja sama.
"Pameran ini dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal proses kreatif, mulai dari mengembangkan gagasan hingga mewujudkannya menjadi sebuah karya," ujarnya.
Kolaborasi antara dua sekolah tersebut, lanjut dia, memberikan pengalaman kepada siswa untuk menyatukan berbagai gagasan dalam menghasilkan karya seni. Proses itu dinilai sama pentingnya dengan karya yang akhirnya dipamerkan.
Fadhli menjelaskan Galeri Taman Budaya merupakan ruang yang disediakan pemerintah sebagai wadah kreativitas bagi para seniman, termasuk siswa dari sekolah menengah kejuruan. Keberadaan galeri itu diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
"Keberadaan galeri ini diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengikuti kegiatan seni," kata dia.
Pameran Rauik Rang Mudo berlangsung selama sepuluh hari, dari 24 September hingga 3 Oktober 2026. Selama periode itu, masyarakat dapat melihat langsung karya seni rupa dan kriya hasil kolaborasi siswa kedua sekolah.
Fadhli berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa untuk semakin aktif menghasilkan karya dan meningkatkan kreativitas melalui berbagai kegiatan seni. Pameran ini juga disebutnya sebagai wadah apresiasi terhadap proses kreatif sekaligus mempertemukan karya siswa dengan masyarakat melalui ruang seni yang disediakan pemerintah daerah.