SUMATERA BARAT — Jumlah mobil listrik di Sumatera Selatan mencapai 2.047 unit pada Juli 2026, naik lebih dari dua kali lipat dari 849 unit pada Desember 2025. Menjawab lonjakan itu, PLN UID S2JB meresmikan SPKLU Center pertama di Sumsel yang berlokasi di Demang Lebar Daun, Palembang. Fasilitas ini menambah delapan port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW.
Peresmian SPKLU Center Demang Lebar Daun berlangsung di PLN ULP Rivai, Palembang, Jumat (25/9/2026). General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menyatakan pertumbuhan kendaraan listrik memerlukan kesiapan infrastruktur yang sejalan.
"Pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya. Karena itu, yang kami bangun bukan hanya titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal," ujar Diksi.
SPKLU Center Demang Lebar Daun diperkuat empat unit pengisian baru dengan total delapan port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW. Fasilitas tersebut melengkapi dua unit fast charging yang sudah beroperasi sebelumnya, masing-masing berkapasitas 120 kW dan 180 kW.
Lokasi ini juga menyediakan fasilitas pendukung bagi pelanggan selama menunggu proses pengisian daya, termasuk lounge dan musala.
PLN UID S2JB saat ini mengoperasikan 87 unit pengisi daya mobil listrik yang tersebar di 69 lokasi SPKLU. Jaringan tersebut ditopang satu unit SPKLU Mobile. Untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia 40 unit fasilitas pengisian di 40 lokasi.
Wilayah kerja PLN UID S2JB mencakup Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Pemanfaatan fasilitas pengisian daya ikut meningkat seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik. Sepanjang 2024, PLN UID S2JB mencatat 1.958 transaksi pengisian. Setahun kemudian, jumlahnya melonjak menjadi 11.726 transaksi.
Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, transaksi SPKLU di wilayah kerja PLN UID S2JB telah mencapai 28.176 kali.
Konsumsi listrik untuk kendaraan listrik juga naik signifikan. Energi yang tersalurkan melalui SPKLU tercatat 44.917 kWh pada 2024, meningkat menjadi 309.243 kWh pada 2025. Hingga Agustus 2026, konsumsi listrik telah mencapai 762.975 kWh.
"Keberhasilan SPKLU bukan hanya dihitung dari berapa fasilitas yang dibangun atau diresmikan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa mudah fasilitas itu dijangkau, seberapa andal layanannya, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan," kata Diksi.
Salah satu pengguna kendaraan listrik, Mora, mengungkapkan perbedaan biaya operasional harian setelah beralih dari mobil konvensional. Pengeluaran bahan bakar yang sebelumnya sekitar Rp 5 juta per bulan turun menjadi sekitar Rp 1,2 juta per bulan setelah menggunakan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Mora memilih SPKLU Demang Lebar Daun karena tersedia fasilitas fast charging CCS2. Keberadaan lounge dan musala membuat waktu pengisian kendaraan dapat dimanfaatkan untuk beristirahat maupun beribadah.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut penguatan infrastruktur kendaraan listrik di wilayahnya. Menurutnya, pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik perlu diikuti ketersediaan fasilitas pendukung agar masyarakat memiliki lebih banyak kemudahan ketika beralih dari kendaraan konvensional.
"Green energy menjadi salah satu solusi pengurangan polutan, di antaranya dengan penggunaan kendaraan listrik," kata Herman Deru.