Bupati Agam Benni Warlis mendorong masjid di kabupaten itu difungsikan sebagai pusat berbagai aktivitas masyarakat, mulai keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kepemudaan. Dorongan tersebut disampaikan Benni saat membuka training manajemen masjid di Lubuk Basung. Pemkab Agam menjadikan pelatihan itu bagian dari program unggulan Bangkik Dari Surau.
LUBUK BASUNG — Bupati Agam Benni Warlis menilai masjid di daerahnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, banyak masjid hanya dipakai untuk ibadah wajib dan kegiatan keagamaan tertentu. Padahal, kata dia, masjid bisa menjadi pusat pembinaan umat yang menampung berbagai aktivitas warga.
"Masjid kedepan dapat menjadi pusat pembinaan umat atau pusat berbagai aktivitas masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, kepemudaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya," kata Benni di Lubuk Basung, Sabtu.
Benni menyebut masjid harus mampu menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya potensi masyarakat. Dari masjid, ia berharap lahir generasi penerus yang dekat dengan Allah SWT, memiliki ilmu pengetahuan, berakhlak, dan cerdas.
"Kita harus memaksimalkan fungsi masjid, selain tempat ibadah," katanya.
Menurut Benni, secara fisik banyak masjid di Agam sudah memiliki bangunan bagus dan representatif. Namun, pengelolaan masjid tidak cukup hanya memperhatikan aspek fisik. Pengurus juga dituntut mampu meramaikan dan memakmurkan masjid dengan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
"Bagaimana kita meramaikan dan memakmurkan masjid. Jangan sampai masjid kita megah, kubahnya bagus, tetapi masih ada jamaah atau masyarakat di sekitarnya yang kesulitan dalam kehidupannya," katanya.
Untuk mendukung pengelolaan masjid yang lebih baik, Pemkab Agam menggelar training manajemen masjid komprehensif. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya pemkab menyukseskan program unggulan Bangkik Dari Surau, khususnya dalam mengoptimalkan peran dan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, Benni mengajak seluruh peserta mencari strategi dan inovasi dalam menghidupkan masjid. Ia ingin masjid semakin ramai dengan kegiatan positif, bukan hanya saat ibadah.
"Bagaimana kita mencari strategi agar masjid ramai, bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkegiatan bagi pemuda dan masyarakat," katanya.
Pelatihan manajemen masjid ini menyasar pengurus masjid di Agam. Peserta diharapkan bisa menerapkan hasil pelatihan di masjid masing-masing, sehingga fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat berjalan sesuai harapan pemkab.