Beda Minyak Goreng dan Fat Oil untuk Tumbuh Kembang Anak

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 28 September 2026 | 09:06:31 WIB
Dokter spesialis anak dr. Ian Suteja, Sp.A menjelaskan perbedaan minyak goreng biasa dan fat oil untuk kebutuhan lemak anak.

SUMATERA BARAT — Lemak tambahan tetap dibutuhkan anak jauh setelah masa MPASI berakhir, termasuk di periode golden age. Dokter spesialis anak dr. Ian Suteja, Sp.A membedakan minyak goreng biasa dan fat oil dari sumber bahan baku hingga wujudnya di suhu ruang, supaya ibu tidak salah pilih untuk menu harian si kecil.

Asupan lemak sering dianggap selesai urusannya begitu MPASI lewat. Padahal dr. Ian Suteja, Sp.A lewat unggahan di akun Instagram pribadinya (@iansuteja), menegaskan lemak tetap jadi nutrisi wajib sampai anak melewati masa golden age. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum paham beda minyak goreng biasa dengan fat oil.

Kenapa Lemak Tidak Boleh Dihilangkan dari Menu Anak

Lemak bukan sekadar penambah kalori. Menurut dr. Ian, lemak sehat berperan menaikkan berat badan anak sekaligus mendukung fungsi perkembangan otaknya. Dua hal ini yang paling sering jadi kekhawatiran ibu saat anak susah naik BB atau terlihat kurang fokus.

Karena itu, memilih sumber lemak yang tepat jadi langkah penting. Bukan asal menuang minyak, tapi tahu betul apa yang masuk ke makanan anak setiap hari.

Minyak Goreng Biasa: Sumber Nabati yang Cair di Suhu Ruang

Minyak goreng yang biasa dipakai di dapur umumnya berasal dari olahan nabati. Kelapa sawit, jagung, dan kedelai termasuk bahan baku yang paling sering dipakai.

Bentuknya cair pada suhu ruangan. Karakter ini yang membuat minyak goreng biasa mudah dipakai untuk menggoreng, menumis, atau campuran masakan sehari-hari.

Fat Oil: Dari Lemak Hewani, Kadang Semi-Padat

Fat oil punya sumber bahan baku yang berbeda. Minyak jenis ini berasal dari lemak daging asli atau lemak sehat khusus, sehingga teksturnya kadang semi-padat pada suhu ruang.

Wujud semi-padat ini yang sering bikin ibu ragu. Padahal justru dari situ bisa dikenali bahwa fat oil memang bukan minyak goreng biasa.

Cara Memilih Fat Oil yang Tepat untuk Anak

dr. Ian memberi panduan sederhana soal fat oil. Pilih produk yang kandungannya tidak cuma lemak hewani, tapi juga olive oil.

Kombinasi keduanya dinilai bisa membantu berat badan anak naik sekaligus bagus untuk otak. Dalam unggahannya, dr. Ian menulis:

"Kalau soal fat oil, pilih yang kandungannya tidak cuma ada lemak hewani tetapi juga olive oil, yang bisa bantu berat badan (BB) anak naik dan juga bagus untuk otak anak. Ingat, lemak itu wajib buat anak usia golden age!"

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Anak

Kalau berat badan anak tidak naik meski asupan makan sudah diatur, jangan menebak-nebak sendiri. Konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk mengecek kebutuhan lemak harian dan kemungkinan masalah lain.

Begitu juga bila anak menunjukkan tanda alergi atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi jenis minyak tertentu. Dokter bisa membantu menentukan sumber lemak yang paling cocok.

Yang Perlu Ibu Cek Sebelum Membeli

  • Baca komposisi di kemasan, jangan hanya lihat label "untuk anak".
  • Pastikan kandungan lemaknya jelas, termasuk ada tidaknya olive oil.
  • Sesuaikan porsi dengan kebutuhan harian anak, bukan sekadar menambah tanpa ukuran.
  • Simpan sesuai petunjuk kemasan supaya kualitas lemaknya tidak rusak.

Membedakan minyak goreng biasa dan fat oil sebenarnya tidak rumit. Cukup perhatikan sumber bahan baku, wujudnya di suhu ruang, dan komposisi di kemasan. Dengan begitu, asupan lemak harian anak bisa dipenuhi lewat pilihan yang lebih tepat.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top