SUMATERA BARAT — Intel meluncurkan prosesor Core Series 3 dengan codename Wildcat Lake untuk laptop tipis dan ringan yang lebih terjangkau. Seri ini memakai fabrikasi Intel 18A dan arsitektur Cougar Cove, tetapi memangkas sejumlah fitur dibanding Core Ultra Series 3. Kehadiran NPU di lini non-Ultra jadi sinyal bahwa kemampuan AI lokal mulai masuk ke segmen harga menengah.
Prosesor Core Series 3 menempati posisi di bawah Core Ultra Series 3 alias Panther Lake. Keduanya sama-sama dirancang untuk laptop tipis dan ringan dengan daya tahan baterai tinggi, tetapi Core Series 3 menyasar perangkat dengan harga akhir lebih rendah. Nama Core i3, i5, dan i7 sendiri sudah ditinggalkan beberapa tahun lalu, digantikan penamaan Core tanpa huruf "i" yang kini masuk generasi ketiga.
Secara mendasar, Core Series 3 dan Core Ultra Series 3 memakai basis teknologi identik. Keduanya mengandalkan arsitektur CPU Cougar Cove untuk Performance Core serta Darkmont untuk Efficient Core dan Low Power Efficient Core. Litografi dan fabrikasinya pun sama, yakni Intel 18A dengan transistor RibbonFET.
Perbedaan utama terletak pada konfigurasi core. Core Series 3 tidak memiliki Efficient Core sama sekali. Prosesor ini hanya membawa Performance Core dan Low Power Efficient Core. Varian tertingginya dilengkapi 2 Performance Core ditambah 4 Low Power Efficient Core.
Fitur Hyper-Threading juga absen di lini ini, sehingga jumlah core dan thread sama. Sebagai catatan, Core Series 1 dan Core Series 2 masih memakai fabrikasi Intel 7, bukan Intel 18A.
Sistem grafis Core Series 3 tetap memakai arsitektur dasar Arc Xe3. Bedanya, IGP Intel Graphics di lini ini hanya punya 2 Xe-Cores, jauh lebih sedikit dibanding Arc B390 GPU di Core Ultra Series 3 yang membawa 12 Xe-Cores. Arc B390 sendiri diklaim mengalahkan RTX 3050 dan bersaing dengan RTX 4050 di laptop gaming.
Meski spesifikasinya lebih ramping, IGP Core Series 3 masih mendukung XeSS 3 termasuk Multi Frame Generation yang bisa menciptakan hingga tiga frame tambahan untuk setiap frame yang dirender. Untuk encode dan decode video, IGP ini mendukung codec AV1, tetapi tidak mendukung decode video H.266. Resolusi display yang didukung mencapai 3840 x 2160 piksel pada 60 Hz, jadi menancapkan layar 4K bukan masalah.
Core Series 3 hanya mendukung konfigurasi RAM Single Channel, berbeda dengan seri Ultra yang mendukung Dual Channel. Secara teoritis, kondisi ini memengaruhi performa IGP. Prosesor ini mendukung RAM SO-DIMM DDR5 hingga 6400 MT/s dan LPDDR5X hingga 7467 MT/s.
Pilihan tipe RAM berimplikasi ke kemudahan upgrade. Kalau memakai SO-DIMM, laptop jadi mudah di-upgrade RAM-nya tetapi kecepatannya lebih rendah. Kalau memakai LPDDR5X, performa teoritis lebih kencang tetapi RAM tidak bisa di-upgrade.
Salah satu perubahan penting: Intel kini menyematkan NPU di lini Core tanpa Ultra. Core 5 dan Core 7 memiliki NPU 15 sampai 17 TOPS, sementara satu tipe Core 3 tidak memiliki NPU. Ketiganya tetap bisa menjalankan fungsi AI secara lokal.
Angka tersebut memang tidak setinggi Core Ultra Series 3 yang mencapai 50 TOPS. Namun, NPU Core Series 3 masih lebih kencang dibanding Core Ultra Series 1 dan Core Ultra 200H Series yang hanya 11-13 TOPS. Konsekuensinya, prosesor ini belum memenuhi syarat minimal NPU untuk Copilot+ PC.
Dari sisi konektor, Core Series 3 mendukung 2 port Thunderbolt 4, 2 port USB 3.2, dan 8 port USB 2.0. Perlu dicatat, ini adalah dukungan I/O dari sisi prosesor, jadi belum tentu semua laptop dengan prosesor ini menyediakan Thunderbolt 4. Saat diuji pada laptop Core Series 3 yang memiliki Thunderbolt 4, transfer file ukuran besar berjalan tanpa masalah.
Untuk konektivitas, laptop Core Series 3 sebenarnya mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth V6. Sayangnya, belum ditemukan laptop Core Series 3 yang memakainya, kemungkinan untuk menekan harga akhir perangkat.
Saat ini ada 7 tipe prosesor Core Series 3: 2 varian Core 7, 3 varian Core 5, dan 2 varian Core 3. Semua varian punya Base Power 15 Watt dan 6 MB Intel Smart Cache. Hampir semuanya berjumlah 6 core, kecuali Core 3 304 yang hanya punya 5 core karena Performance Core-nya dipangkas. Secara teoritis, varian ini harusnya sangat irit daya.
Khusus varian Core 3, fitur Intel Turbo Boost Max Technology 3.0 tidak tersedia dan IGP-nya hanya memiliki satu Xe-Core. Yang perlu diperhatikan, Core 7 dan Core 5 ternyata hanya dibedakan dari clock speed CPU dan GPU-nya saja.