SUMATERA BARAT — Kejuaraan Tinju Se-Sumatera Open Tournament Piala Pangdam XX/TIB resmi dijadwalkan berlangsung di Lapangan Jasdam XX/TIB, Tarandam, Kota Padang, pada 25-29 November 2026. Turnamen lima hari ini mempertemukan petinju dari sembilan provinsi di Sumatera plus peserta dari Malaysia, sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Panitia Open Tournament Piala Pangdam XX/TIB menyebut kesiapan peserta dari sejumlah daerah sudah terpetakan. Provinsi yang diproyeksikan mengirim atlet antara lain Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Kehadiran petinju Malaysia membuat turnamen ini tidak sekadar menjadi kompetisi antardaerah. Panitia berharap pengalaman bertanding lintas negara memberi nilai tambah bagi para atlet, khususnya petinju muda yang tengah mengembangkan kemampuan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi panitia di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (28/9/2026). Dalam pertemuan itu, Pemko Padang menyatakan siap memfasilitasi pelaksanaan kejuaraan sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.
Fadly menilai turnamen tinju terbuka ini sejalan dengan semangat program Padang Balomba yang mendorong generasi muda aktif dalam kegiatan positif dan kompetitif.
"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang siap memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki," ujar Fadly.
Menurutnya, tinju membentuk kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan mental bertanding. Kejuaraan terbuka dengan peserta lintas daerah dinilai memberi pengalaman berharga bagi petinju muda.
Ketua Panitia Open Tournament Piala Pangdam XX/TIB, Letkol CPM Binson Simbolon, mengatakan kejuaraan digelar melalui kolaborasi dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Barat. Penyelenggaraannya menjadi bagian peringatan HUT ke-81 TNI.
"Kegiatan ini akan kami laksanakan selama lima hari, pada 25-29 November 2026. Peserta yang hadir berasal dari sejumlah provinsi di wilayah Sumatera, di antaranya Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh, dan Kepulauan Bangka Belitung," kata Binson.
Kolaborasi dengan Pertina Sumbar diharapkan memperkuat pembinaan tinju amatir di wilayah tersebut. Atlet mendapat kesempatan lebih luas menguji kemampuan dalam pertandingan kompetitif.
Binson menyebut panitia berharap kejuaraan memberi dampak di luar arena pertandingan. Salah satunya meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap olahraga tinju dan mendorong generasi muda menekuninya secara serius.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tinju dan melahirkan atlet-atlet tinju dari Kota Padang. Selain itu, kami berharap olahraga tinju dapat menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda, sehingga dapat membantu mencegah tawuran dan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Bagi Kota Padang, turnamen ini menjadi peluang memetakan potensi atlet tinju lokal. Para petinju muda tidak hanya bertanding di hadapan publik sendiri, tetapi juga mengukur kemampuan saat berhadapan dengan atlet dari berbagai daerah.
Pemko Padang memastikan dukungan sesuai kewenangan demi kelancaran penyelenggaraan. Kejuaraan diharapkan memperkenalkan Kota Padang sebagai daerah aktif dalam pengembangan olahraga dan penyelenggaraan event berskala regional.