SUMATERA BARAT — Modifikasi baterai motor listrik ternyata menyimpan risiko paling serius di antara semua komponen, karena sifatnya yang mudah terbakar atau meledak. Pemilik Dyvolt EV Shop Bekasi membeberkan biaya upgrade mulai Rp4 jutaan untuk jarak 50 km hingga Rp20 jutaan untuk 100-120 km, lengkap dengan pilihan garansi 6 bulan sampai 2 tahun.
Adi Siswanto, owner Dyvolt EV Shop di Jatisampurna, Bekasi, menyebut baterai sebagai komponen paling berbahaya pada motor listrik. Bukan kabel atau wiring yang jadi biang masalah, melainkan sel baterai itu sendiri yang punya karakter eksplosif.
"Sebetulnya untuk di motor listrik yang paling bahaya adalah ada di baterainya. Kenapa? Karena baterai itu sifatnya exploser atau gampang meledak. Beberapa kejadian di luar sana paling banyak adalah baterai meledak," ujar Adi saat ditemui Uzone.id.
Kasus motor listrik terbakar di Indonesia belakangan memang lebih sering berpangkal dari baterai ketimbang sistem kelistrikan. Adi menilai korsleting kabel jarang jadi penyebab utama, berbeda dengan persepsi umum yang menyalahkan wiring.
Karakter sel lithium yang dipakai hampir semua motor listrik di pasar lokal membuat kesalahan pemilihan komponen berujung fatal. Thermal runaway bisa terjadi dalam hitungan detik begitu sel mengalami overcharge, benturan, atau panas berlebih.
Untuk konsumen yang tetap ingin upgrade, Adi menekankan dua hal: casing pengaman dan kesesuaian dengan kebutuhan pemakaian. Baterai tanpa casing memadai berisiko lebih tinggi saat terjadi gangguan internal.
"Jadi buat teman-teman lebih safety, harus lebih hati-hati kepada baterainya. Karena baterai itu sangat berbahaya. Jadi pada saat pembelian baterai harus benar-benar yang ada casingnya, yang benar-benar safety lah, jangan asal-asal baterai seperti itu," ungkapnya.
Ada trade-off yang jarang dijelaskan penjual baterai. Baterai dengan life cycle panjang biasanya tidak dirancang untuk pemakaian agresif, sementara baterai berperforma tinggi mengorbankan umur pakai.
"Contoh, ada baterai yang life cycle-nya panjang, tapi tidak bisa untuk kebut-kebutan. Balik lagi, ada baterai yang bisa dipakai untuk kebut-kebutan, tapi tidak bisa untuk umur panjang. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan," jelas Adi.
Pemilik motor listrik yang pakai harian untuk jarak pendek sebaiknya memilih sel dengan siklus cas panjang. Sebaliknya, pengguna yang butuh akselerasi dan kecepatan lebih baik sadar bahwa umur baterai akan lebih pendek.
Harga upgrade di Dyvolt EV Shop bergantung pada kapasitas dan jarak tempuh yang diinginkan. Berikut rinciannya:
"Upgrade baterai motor listrik itu, mulai dari Rp4 jutaan untuk jarak tempuh 50 km. Kalau yang cukup besar itu di angka Rp15-20 jutaan, untuk harga baterainya saja termasuk casing stainless. Jarak tempuhnya bisa sampai 100-120 km," tambah Adi.
Klaim jarak tempuh 50 km atau 100-120 km di atas perlu dicatat sebagai estimasi kondisi ideal. Faktor berat pengendara, kontur jalan, dan suhu operasi akan memangkas angka riil di lapangan.
Garansi 6 bulan hingga 2 tahun juga tergantung tipe baterai, bukan jaminan seragam. Pembeli sebaiknya memastikan dulu jenis sel, BMS yang dipakai, dan apakah bengkel menyediakan penggantian unit atau hanya perbaikan.
Bagi pemilik motor listrik yang mempertimbangkan upgrade, keputusan paling aman adalah menyesuaikan spesifikasi baterai dengan pola pemakaian harian, bukan mengejar angka jarak tempuh tertinggi. Baterai murah tanpa casing pengaman memadai bukan penghematan, melainkan risiko yang ditanggung sendiri.