Penyanyi muda Sofie Anastasya memukau ratusan penonton saat tampil sebagai pengisi acara utama Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat, Kota Padang. Juara 1 Kategori Putri Bintang Radio RRI Padang 2024 itu tampil pada hari ketiga pergelaran, Rabu. Penampilannya melengkapi rangkaian festival yang memadukan seni tradisi Minangkabau dengan ekspresi modern generasi muda.
PADANG — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang itu mengaku senang bisa menjadi bagian dari festival seni terbesar di Sumatera Barat. Ia berharap Saraso Fest terus memberi ruang bagi para seniman untuk tampil maksimal.
"Aku juga senang banget sebenarnya tampil di sini, semoga acara ini akan berlanjut terus, memberikan ruang untuk semua seniman, dan untuk yang tampil harus bisa memberikan penampilan terbaik," kata Sofie di Padang, Rabu.
Nama Sofie mencuat setelah menjuarai Bintang Radio RRI Padang 2024 dan melaju ke babak nasional hingga meraih Juara Harapan 2 Bintang Radio Indonesia 2024. Prestasi itu menjadi modalnya tampil di panggung-panggung besar, termasuk Saraso Fest 2026.
Selain aktif di ajang tarik suara, remaja asal Padang ini dikenal lewat single pop "Sembuh" dan "Sepakat" di bawah label independen. Karya-karyanya kerap ia bagikan melalui akun media sosial pribadi.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid, menyebut Saraso Fest 2026 mengusung tema "Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda". Festival ini dirancang memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat sekaligus menjadi panggung apresiasi seniman dari berbagai generasi.
"Kehadiran talenta muda seperti Sofie Anastasya membuktikan bahwa ruang kreativitas di Sumatera Barat terus tumbuh subur. Saraso Fest ini kami dedikasikan sebagai wadah inklusif agar para seniman, baik tradisi maupun modern, dapat terus berkarya dan menampilkan potensi terbaik mereka secara berkelanjutan," kata M. Devid.
Panggung hari ketiga Saraso Fest 2026 tidak hanya diisi musik populer. Beragam pertunjukan budaya turut tampil, di antaranya Tari Piring Balenggek dari Sanggar Patah Tumbuah Hilang Baganti Sawahlunto.
Rangkaian hari ketiga ditutup pertunjukan Tari Turuk Laggai dari Sanggar Sinuruik Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dua pertunjukan itu menegaskan posisi Saraso Fest sebagai ruang temu seni tradisi dan modern.
Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 berlangsung mulai 28 September hingga 3 Oktober 2026. Panitia menyiapkan pameran seni rupa, panggung seni pelajar, teater kontemporer, hingga parade komposer muda.
Sejumlah agenda itu memberi ruang lebih luas bagi pelajar dan seniman muda Sumbar untuk unjuk kemampuan. Kehadiran Sofie Anastasya menjadi salah satu penanda bahwa regenerasi seniman di daerah ini berjalan.