Dekranasda Solok Dorong 70 Perajin Naik Kelas Lewat Mutu, Merek, dan Pemasaran Digital

Penulis: Topan Lubis  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:28:01 WIB
Ketua Dekranasda Kota Solok Dona Ramadhani Kirana Putra menyampaikan materi pembinaan bagi perajin dan pelaku IKM Kota Solok.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Solok, Sumatera Barat, menggelar pembinaan bagi sekitar 70 perajin dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memperkuat mutu produk, identitas merek, dan strategi pemasaran. Pembinaan yang berlangsung di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok itu menyoroti pentingnya desain, kemasan, legalitas usaha, hingga pemanfaatan platform digital. Ketua Dekranasda Kota Solok Dona Ramadhani Kirana Putra menyatakan pihaknya berkomitmen mendampingi pelaku usaha dari pelatihan hingga fasilitasi promosi.

SOLOK — Ketua Dekranasda Kota Solok Dona Ramadhani Kirana Putra menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk tidak berhenti pada hasil akhir barang. Menurut dia, desain, kemasan, legalitas, dan cara pelaku usaha membangun identitas merek sama pentingnya dalam mengembangkan usaha.

Pernyataan itu disampaikan Dona di hadapan peserta pembinaan yang terdiri dari perajin dan pelaku IKM Kota Solok. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi selama ini.

Kain Tenun hingga Kuliner Tradisional Jadi Andalan Kota Solok

Kota Solok memiliki sejumlah produk khas yang dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan. Dona menyebut kain tenun, batik khas daerah, dan berbagai olahan kuliner tradisional sebagai komoditas unggulan yang perlu terus diasah.

Pengembangan produk tersebut, kata dia, harus mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan karakter dan nilai budaya yang menjadi identitas daerah. Inovasi desain menjadi salah satu kunci dengan memadukan motif khas daerah dan tren yang berkembang.

“Peningkatan kualitas tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan, tetapi juga desain, kemasan, legalitas dan cara pelaku usaha membangun identitas mereknya,” ujar Dona.

Kemasan dan Legalitas Usaha Jadi Perhatian Khusus

Aspek kemasan mendapat sorotan tersendiri dalam pembinaan tersebut. Kemasan tidak sekadar berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan daya tarik saat dipasarkan.

Untuk produk kuliner, pelaku usaha diminta memperhatikan informasi dan kebersihan kemasan. Dua hal itu dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Dekranasda juga mengingatkan pelaku UMKM dan IKM melengkapi legalitas usaha. Kelengkapan dokumen tersebut disebut dapat mendukung kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Media Sosial dan Platform Dagang Elektronik Jadi Senjata Baru

Pada sisi pemasaran, pelaku usaha didorong memanfaatkan media sosial dan platform perdagangan elektronik. Kedua kanal itu dinilai efektif untuk memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar.

“Dekranasda berkomitmen untuk terus mendampingi, mulai dari pelatihan peningkatan mutu, desain produk, hingga memfasilitasi promosi dan pemasaran,” kata Dona.

Akses Permodalan dan Pameran Jadi Kendala yang Disampaikan Perajin

Dalam pembinaan yang berlangsung di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok itu, sekitar 70 perajin dan pelaku IKM menyampaikan sejumlah kendala. Dua keluhan utama yang muncul adalah akses permodalan dan kesempatan mengikuti pameran.

Masukan tersebut menjadi bahan bagi Dekranasda Kota Solok untuk menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan pelaku usaha. Harapannya, pengembangan produk lokal tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas, tetapi juga mampu memperluas pemasaran.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top