Stasiun Duku Padang Pariaman Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar, 751.429 Pelanggan Tercatat sejak 2021

Penulis: Bastian Sihombing  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:38:31 WIB
Stasiun Duku di Nagari Kasang, Padang Pariaman, melayani seluruh layanan kereta api penumpang KAI Divre II Sumatera Barat.

Stasiun Duku di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi satu-satunya stasiun yang melayani naik dan turun penumpang di seluruh layanan kereta api penumpang KAI Divre II Sumatera Barat. Sepanjang periode 2021 hingga Semester I 2026, stasiun ini telah melayani 751.429 pelanggan. Posisinya di jalur Padang–Bukittinggi sekaligus menghubungkan perjalanan warga menuju Bandara Internasional Minangkabau dan kawasan Pariaman.

PADANG PARIAMAN — Stasiun Duku berada di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai. Lokasinya masuk jaringan perjalanan kereta api yang menghubungkan Padang, Lubuk Alung, Pariaman, serta kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Keberadaan stasiun ini telah melewati berbagai fase perkembangan perkeretaapian sejak masa Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust. Bangunan stasiun kini tampil dengan atap gonjong khas Minangkabau, memadukan unsur modern dengan identitas budaya lokal.

Sejak Kapan Stasiun Duku Terhubung ke Bandara dan Lembah Anai?

Pengoperasian jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau pada 2018 memperkuat peran kawasan Duku dalam mendukung konektivitas menuju bandara. Setelah itu, pada 22 Maret 2019, KA Lembah Anai mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku.

Layanan itu melengkapi KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat. Sejak saat itu, Stasiun Duku melayani naik dan turun penumpang pada seluruh layanan kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat.

751.429 Pelanggan Tercatat dalam Lima Tahun Terakhir

Sepanjang periode 2021 hingga Semester I 2026, Stasiun Duku melayani 751.429 pelanggan. Angka itu menggambarkan peran stasiun sebagai salah satu simpul mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.

Kebutuhan warga terhadap layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi tercermin dari aktivitas penumpang di stasiun ini. Pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pedagang memanfaatkan layanan kereta api dari dan menuju kawasan Duku.

Fasilitas untuk Ibu Menyusui hingga Area Bermain Anak

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan, Stasiun Duku dilengkapi sejumlah fasilitas. Di antaranya ruang tunggu yang luas, ruang laktasi bagi ibu menyusui, area bermain anak, musala, serta area parkir kendaraan yang luas.

Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif. Kebutuhan berbagai kelompok pelanggan, termasuk ibu dan anak, menjadi perhatian dalam pengembangan stasiun.

Konektivitas Antarmoda di Jalur Padang–Bukittinggi

Stasiun Duku berada di kawasan strategis pada jalur Padang–Bukittinggi. Lokasi itu memberi kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan setelah tiba di stasiun.

Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah pilihan moda transportasi lanjutan. Mulai dari angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), hingga layanan transportasi berbasis aplikasi atau angkutan online.

Berbagai pilihan moda tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan perjalanan lanjutan. Kondisi ini memperkuat posisi Stasiun Duku sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang saling terhubung.

Peran Strategis Stasiun Duku Menurut KAI Divre II Sumbar

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa keberadaan Stasiun Duku memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas masyarakat.

"Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat. Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah," ujar Reza.

Menurutnya, keberadaan stasiun juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan. Pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pedagang merasakan dampak dari layanan yang tersedia.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top