PADANG — Donasi yang terkumpul dalam Aksi Bela Palestina di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat mencapai Rp1.677.299.899. Jumlah itu dihimpun dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar, Bank Nagari, instansi vertikal, dan masyarakat umum yang hadir di lokasi.
Selain uang tunai, panitia mencatat sumbangan berupa 0,5 emas, 10 gram perak, 32 ringgit, dan 10 riyal. Seluruh donasi ditujukan untuk membantu perjuangan dan kemanusiaan rakyat Palestina.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan donasi. Ia menyebut keterlibatan OPD, Bank Nagari, instansi vertikal, dan warga sebagai wujud solidaritas yang nyata.
"Terima kasih kepada seluruh OPD Pemprov Sumatera Barat, Bank Nagari, instansi vertikal dan seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah memberikan donasi untuk Palestina," kata Mahyeldi.
Mahyeldi juga memberi apresiasi khusus kepada QUPRO Indonesia yang aktif menggalang solidaritas dan mendukung pelaksanaan aksi di Sumbar. Menurutnya, besarnya donasi yang terkumpul mencerminkan kepedulian masyarakat Sumbar terhadap kondisi kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina.
Aksi solidaritas tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Kegiatan itu turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari, Bang Onim, Opick Tombo Ati, serta Izzatul Islam.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengaitkan aksi untuk Palestina dengan sejarah panjang perjuangan masyarakat Sumatera Barat. Ia menjelaskan, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Sumbar karena bertepatan dengan pengambilalihan kembali Keresidenan Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang pada 1 Oktober 1945.
"Ini dilandaskan dari peristiwa diambil alihnya Residen Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang. Maka dari situlah 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Jadi Sumatera Barat," ujarnya.
Mahyeldi menuturkan, Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia dengan melahirkan sejumlah tokoh bangsa. Nama-nama yang disebutnya antara lain Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Mohammad Natsir, dan Mohammad Yamin.
Ia juga mengingatkan peran Sumbar dalam lahirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) serta Mosi Integral Natsir. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan Indonesia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Sumatera Barat melahirkan pejuang, menghadirkan pendiri, menghadirkan proklamator, menghadirkan penyelamat, dan menghadirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Menurut Mahyeldi, semangat perjuangan itu harus terus diwariskan ke generasi berikutnya, termasuk dalam kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina.
"DNA Bapak, Ibu, anak, cucu suku Sumatera Barat adalah DNA pejuang, DNA pendiri, DNA NKRI. Maka dari itu, siapa yang akan merusak NKRI, maka Sumatera Barat, masyarakat Sumatera Barat harus tampil terdepan untuk menyelamatkan NKRI," katanya.
Duta Besar Palestina menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Barat, atas dukungan yang diberikan. Ia menceritakan bantuan makanan dari Indonesia yang telah diterima warga di Gaza.
"Saya tanya kepada anak saya, apakah kalian punya makanan di Gaza? Dia mengatakan ada satu bungkus yang di sana tertulis 'Bantuan dari Indonesia'. Kami berterima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam," ujarnya.
Ia meyakini Palestina akan segera meraih kemerdekaan dan mengapresiasi warga Sumatera Barat yang terus menunjukkan solidaritas.
"Bapak/Ibu semua duduk di bawah terik matahari untuk Palestina pada hari ini. Harga yang maha mahal yang kami bayar ini, insya-Allah hasilnya adalah kemenangan, kemerdekaan, dan kebebasan Palestina," katanya.