ThroughEarth.com Simulasikan Titik Tembus Penggalian Bumi, Jakarta ke Kolombia

Penulis: Maruli Sinaga  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:05:02 WIB
Ilustrasi situs ThroughEarth.com yang menyimulasikan titik tembus penggalian lurus menembus Bumi.

SUMATERA BARAT — Situs ThroughEarth.com memungkinkan pengguna menyimulasikan titik tembus penggalian lurus menembus Bumi, dengan jarak antipoda sekitar 12.742 kilometer. Ketika Jakarta dipilih sebagai titik awal, animasi situs ini menunjukkan titik keluarnya berada di Kolombia. Sementara dari Papua, penggalian berakhir di Samudra Atlantik, sekitar 718 kilometer dari Brasil.

ThroughEarth.com dikembangkan oleh Martin Krpelan, yang terinspirasi dari pertanyaan anak-anaknya saat bermain di taman. Situs ini menghitung titik antipoda, yakni lokasi di sisi berlawanan Bumi, menggunakan rumus sederhana: membalik garis lintang menjadi minus dan menggeser garis bujur sejauh 180 derajat.

Cara Kerja Simulasi ThroughEarth

Situs ini dirancang menggunakan data dari Natural Earth dan citra Blue Marble milik NASA. Pengguna cukup memilih lokasi titik penggalian, lalu animasi akan membawa mereka menembus kerak, mantel, hingga inti Bumi sebelum keluar di sisi seberang.

Selain titik keluar, situs ini juga menampilkan informasi geologi seperti suhu ekstrem yang akan dialami dan estimasi waktu jatuh bebas untuk menempuh jarak tersebut. Pengguna juga bisa mengecek apakah titik seberang berupa daratan atau lautan.

Hasil Simulasi dari Berbagai Kota Dunia

Dari Jakarta, titik tembus berada di Kolombia. Dari Los Angeles, penggalian berakhir di Samudra Hindia bagian tengah, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat. Sementara dari London, titik keluarnya berada di Samudra Pasifik Selatan, sekitar 740 kilometer dari Selandia Baru.

Jika pengguna ingin titik keluar berada di Shanghai, China, maka penggalian justru harus dimulai dari Argentina. Pola ini membantah anggapan umum bahwa menggali dari Amerika Serikat akan menembus ke China.

Mengapa Sebagian Besar Titik Tembus Berada di Lautan

Hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang titik seberangnya juga berupa daratan. Artinya, dari mana pun penggalian dimulai, kemungkinan besar titik keluarnya berada di lautan.

Fakta ini menjelaskan mengapa hasil simulasi ThroughEarth sering menampilkan lokasi di tengah samudra, bukan di negara lain. Pengguna bisa memverifikasi sendiri melalui peta geografis yang tersedia di situs.

Kendala Nyata Menggali Menembus Bumi

Perjalanan menembus Bumi secara fisik hampir mustahil dilakukan. Lubang terdalam yang pernah digali manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia dengan kedalaman 12.263 meter.

Angka itu hanya sekitar 0,2 persen dari total jarak menuju inti Bumi. Suhu ekstrem dan tekanan tinggi di lapisan dalam Bumi menjadi penghalang utama yang belum bisa diatasi teknologi saat ini.

Kutipan Pengembang ThroughEarth

"Idenya muncul dari momen biasa sekali bersama anak-anak saya di taman bermain. Kami mulai berbincang soal apa yang akan terjadi kalau kita menggali lubang lurus ke bawah tanah, di mana kita bakal keluar? Itu murni pertanyaan anak-anak, tetapi malah terus menempel di pikiran saya," ujar Krpelan.

ThroughEarth.com kini bisa diakses gratis oleh siapa pun yang penasaran dengan titik antipoda kotanya. Situs ini menjadi contoh bagaimana pertanyaan sederhana bisa berkembang menjadi proyek edukasi geologi yang menarik bagi pengguna internet di seluruh dunia.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top