SUMATERA BARAT — Alex Marquez menutup MotoGP Jepang 2026 tanpa satu pun poin setelah crash di sprint race dan gagal finis di balapan utama Sirkuit Motegi. Pebalap Gresini Racing itu dua kali terjatuh sepanjang akhir pekan, termasuk insiden yang menyeret Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio.
Rider berusia 30 tahun tersebut menjalani dua balapan yang harus dilupakan di Motegi. Insiden pertama terjadi pada sprint race, Sabtu (3/10/2026), ketika ia terjatuh di tikungan awal sirkuit.
Alex Marquez terlambat melakukan late braking pada sprint race. Kesalahan itu membuat Pedro Acosta terjatuh dan menyapu Fabio Di Giannantonio.
Akibat insiden tersebut, adik Marc Marquez itu dijatuhi hukuman double long lap penalty untuk balapan utama. Sanksi itu terbukti mengubah jalannya balapan Alex sepanjang hari Minggu.
Pada balapan utama, Alex Marquez sebenarnya mampu bersaing di posisi lima besar. Namun, karena harus menjalani double long lap penalty, ia melorot ke posisi kedelapan.
Balapan Alex tak sampai selesai. Ia melakukan kesalahan perpindahan gigi ketika motor sedang miring, dan insiden itu mengakhiri perlombaannya lebih cepat.
Pebalap yang didukung Bold Riders itu mengaku kecewa berat dengan performanya sendiri. Ia menyebut akhir pekan Motegi penuh kesalahan yang harus segera dilupakan.
"Itu adalah akhir pekan yang penuh dengan kesalahan dan perlu segera dilupakan. Saya kembali membuat dua kesalahan hari ini, salah satunya tidak termaafkan saat pemanasan dan kemudian satu kesalahan lagi dalam balapan," kata Alex Marquez seperti dikabarkan situs Gresini Racing.
"Saya marah pada diri sendiri, tetapi untungnya kami akan kembali ke lintasan dalam beberapa hari lagi. Kami cepat hari ini, tidak cukup cepat untuk memperebutkan podium, tetapi tanpa penalti tersebut kami mungkin akan tetap berada di dalam lima besar," ujarnya menambahkan.
MotoGP 2026 kembali bergulir pada akhir pekan ini. Seri berikutnya adalah MotoGP Mandalika, dan Alex Marquez punya peluang cepat untuk menutup hasil buruk di Jepang.
Catatan Motegi menegaskan satu hal: kecepatan Alex bersama Gresini Racing sebenarnya masih kompetitif. Yang jadi soal adalah disiplin di momen krusial, terutama saat pengereman dan perpindahan gigi.