SOLOK SELATAN — Camat Sangir Batang Hari, Wetra Fauza, turut mengantarkan logistik Pilwana menuju Nagari Lubuk Ulang Aling (LUA), Lubuk Ulang Aling Tengah (LUAT), dan Lubuk Ulang Aling Selatan (LUAS). Logistik dititipkan lebih dulu di kantor camat sebelum diambil penyelenggara di tingkat nagari.
Pengambilan logistik dilakukan dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah diambil, logistik langsung diantar ke tiga nagari yang hanya bisa dijangkau lewat jalur air.
Medan menuju LUA, LUAS, dan LUAT dinilai sangat berisiko. Petugas harus menaiki perahu tempek dan memakan waktu lebih lama dibanding jalur darat.
Cuaca yang tidak menentu menambah berat perjalanan puluhan tenaga penyelenggara. Meski begitu, logistik Pilwana akhirnya tiba di tiga nagari dengan selamat.
Wetra Fauza merincikan jumlah pemilih di Kecamatan Sangir Batang Hari mencapai 12.219 DPT dengan 55 TPS. Khusus tiga nagari di kawasan Lubuk Ulang Aling, jumlah DPT sebanyak 3.091 dengan 17 TPS yang tersebar di sejumlah jorong.
Sebaran TPS yang berpencar antar jorong membuat distribusi logistik tidak bisa dilakukan sekaligus. Petugas harus memastikan setiap kotak suara dan surat pilih sampai di titik yang tepat sebelum hari pencoblosan.
Wetra Fauza mengajak seluruh masyarakat tiga nagari untuk memberikan partisipasinya dalam menentukan masa depan nagari. Ia meminta tidak ada warga yang tidak memilih.
"Wetra Fauza mengajak semua masyarakat tiga nagari agar bisa memberikan partisipasinya untuk menentukan masa depan nagari itu, jangan ada yang tidak memilih," ujarnya.
Kegigihan penyelenggara Pilwana dinilai menjadi kunci kelancaran distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau. Logistik yang sudah tiba di tiga nagari selanjutnya menjadi tanggung jawab penyelenggara setempat hingga proses pemungutan suara selesai.