Dekranasda Padang Pariaman Bawa Sulam Kapalo Samek ke Panggung Belgia, Incar Pasar Eropa

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:13:32 WIB
Dekranasda Padang Pariaman mempromosikan Sulam Kapalo Samek pada Indonesia Creative Week Belgium 2026.

Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman mempromosikan Sulam Kapalo Samek pada ajang Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Belgia. Keikutsertaan kriya khas Sumatera Barat itu berawal dari undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Brussels. Langkah tersebut dinilai membuka peluang pasar baru bagi perajin dan pelaku UMKM daerah.

PARIK MALINTANG — Ketua Dekranasda Padang Pariaman Nita Christanti Azis menyebut partisipasi di ICWB 2026 sebagai kesempatan memperkenalkan keunikan kerajinan khas daerah kepada masyarakat internasional. Menurut dia, ajang itu sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemasaran produk kriya Padang Pariaman ke pasar yang lebih luas.

Nita menyampaikan hal tersebut di Parik Malintang. Ia menilai undangan KBRI Brussels menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan identitas budaya Padang Pariaman.

Nilai Budaya di Setiap Helai Benang

Bagi Nita, kekuatan Sulam Kapalo Samek tidak berhenti pada keindahan motif dan teknik pengerjaannya. Ada nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Setiap helai benang dan motif yang dikerjakan perajin merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, membawa sulaman ini ke panggung internasional juga menjadi cara menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

Kolaborasi dengan Desainer Nasional

Dekranasda Padang Pariaman menggandeng desainer tingkat nasional untuk mengembangkan motif sulaman tradisional daerah itu. Pendekatan desain yang tepat dinilai dapat menghadirkan Sulam Kapalo Samek dalam berbagai bentuk busana dengan nilai estetika sekaligus nilai ekonomi lebih tinggi.

Sejumlah model baju kurung dengan sentuhan Sulam Kapalo Samek diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Desain yang disiapkan berbeda-beda untuk menyesuaikan karakter dan selera pasar, tanpa menghilangkan identitas khas sulaman Padang Pariaman.

ICWB 2026 dan Gerakan Diaspora

ICWB 2026 diselenggarakan oleh Native Indonesia, gerakan diaspora yang peduli terhadap pelestarian budaya Indonesia. Gerakan ini juga mendorong UMKM Indonesia agar mampu berkembang dan dikenal di tingkat internasional.

"Kami berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang," ujar Nita.

Partisipasi Sulam Kapalo Samek di Belgia menjadi salah satu upaya Padang Pariaman memperluas jangkauan pemasaran kriya daerah. Bagi para perajin, ajang ini menjadi pintu masuk untuk menjajaki pasar Eropa.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top