Rahmad Ardi alias Didi Pakiah menyumbang medali emas cabang judo kelas -60 kilogram putra untuk Kota Bukittinggi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang digelar di Kepulauan Mentawai. Kontingen Bukittinggi mengumpulkan total lima medali dari cabang judo di Hall Badminton, Tua Pejat, Mentawai, dengan rincian dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Ketua Kontingen Porprov Bukittinggi Ibnu Asis menyebut capaian itu sebagai bukti atlet daerah mampu bersaing di tingkat provinsi.
BUKITTINGGI — Keberhasilan Didi Pakiah menjadi yang terbaik di kelas -60 kilogram putra melengkapi raihan kontingen judo Bukittinggi. Selain emas, Didi juga menyumbang satu medali perunggu di cabang yang sama.
Dari data resmi Porprov Sumbar sementara, Kota Bukittinggi meraih total lima medali di cabang judo. Hamdani Rahmatullah menyumbang satu emas di kelas +100 kg, sementara Tiara Putri Widozan menambah satu perak dan satu perunggu.
Didi Pakiah bukan hanya atlet judo. Pria yang akrab disapa Didi itu dikenal aktif menjaga kebugarannya lewat sepak bola dan beberapa kali menjuarai turnamen bersama tim Baso FC.
Ayah satu anak ini kini mengabdi sebagai guru berstatus honorer di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jalur hidupnya berpindah antara matras judo, lapangan sepak bola, dan ruang kelas.
Ketua Kontingen Porprov Bukittinggi Ibnu Asis menilai raihan judo menjadi penanda kemampuan atlet daerah. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kota Bukittinggi.
"Alhamdulillah, keberhasilan Didi dan atlet lainnya menjadi bukti bahwa atlet Bukittinggi mampu bersaing di tingkat provinsi," kata Ibnu, Jumat.
Ibnu menegaskan Porprov bukan sekadar soal medali bagi para atlet. Ajang itu menjadi kesempatan mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, serta membangun mental juara.
"Bagi para atlet, Porprov bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, serta membangun mental juara," ujarnya.
Medali emas dan perak yang diraih judo Bukittinggi diharapkan memacu atlet lain yang masih bertanding di Porprov XVI Sumbar 2026. Cabang judo sendiri digelar di Hall Badminton, Tua Pejat, Mentawai.
Perjalanan menuju Mentawai menuntut atlet menempuh rute jauh dari Bukittinggi. Kondisi itu tidak menyurutkan hasil, dengan lima medali sudah dikantongi kontingen dari satu cabang saja.