Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mempercepat pembangunan fisik sembilan sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi dengan dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp7,40 miliar. Percepatan dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung menjelang akhir tahun, meski sejumlah proyek baru berjalan sejak akhir tahun dan dihadapkan pada cuaca penghujan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam menyatakan pengawasan berkala terus dilakukan agar pembangunan selesai sesuai kontrak kerja.
LUBUKBASUNG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri menyatakan percepatan ditempuh melalui pengendalian berkala khusus pelaksanaan TKD, terutama untuk lingkup pekerjaan besar seperti pembangunan SDN 09 Bancah dan dam SDN 10 Angge Palimbatan. Pengendalian itu dimaksudkan agar bobot progres rekanan bisa dipantau sesuai target atau terdeteksi bila terjadi deviasi.
Selain memantau progres, koordinasi lapangan juga dilakukan untuk menangani fakta dan kendala yang muncul, sehingga mutu, waktu, dan biaya pekerjaan tercapai sesuai target. "Kita terus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan sekolah tersebut, agar pembangunan selesai sesuai kontrak kerja," kata Andri, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Deputra Ariandi.
Andri mengakui progres pembangunan fisik baru mencapai 7,40 persen pada akhir September 2025. Angka itu muncul karena pembangunan memang baru dimulai.
Kondisi cuaca penghujan menambah tantangan di lapangan. "Ini yang kita harapkan mengingat pekerjaan dimulai akhir tahun dan ditambah kondisi cuaca penghujan," ujarnya.
Progres 7,40 persen tersebut berasal dari sembilan sekolah dengan capaian yang berbeda-beda. Pekerjaan di TK Aisyiyah Labuah, Kecamatan Tanjung Raya, tercatat paling maju dengan sekitar 34 persen.
Alokasi TKD sebesar Rp7,40 miliar tidak hanya dipakai membangun sembilan sekolah tersebut. Dana itu juga menutup pengadaan mobiler SDN 01 Cimpago Kecamatan Malalak dan SDN 10 Angge Kecamatan Palupuh.
Pekerjaan lain yang masuk daftar mencakup pembangunan dam SMP 4 Palupuh, rehabilitasi SMP Islam Raudhatul Thalibin Tantaman Kecamatan Palembayan, serta belanja modal mobiler. Dengan sisa waktu menjelang akhir tahun, pengawasan berkala menjadi kunci agar seluruh paket pekerjaan tuntas sesuai kontrak.