Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, 672 Warga Kuranji Mengungsi dan 238 Orang Dievakuasi

Penulis: Topan Lubis  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:31:00 WIB
Warga Kuranji mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman di Kota Padang.

PADANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026) memicu banjir di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan terendam, meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Hingga laporan Pusdalops BPBD Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, genangan air masih ditemukan di sejumlah kawasan permukiman.

Data sementara BNPB mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Warga yang mengungsi di Kecamatan Kuranji tercatat 672 jiwa, tersebar di tiga lokasi penampungan sementara.

238 Warga Dievakuasi, Pengungsi Tersebar di Tiga Titik

Tim SAR gabungan bersama BPBD Kota Padang berhasil mengevakuasi 238 orang dari wilayah terdampak. Proses penyelamatan dilakukan untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan sekaligus mengurangi risiko jatuhnya korban.

Penempatan pengungsi dibagi ke tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa mengungsi di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.

"Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (11/10/2026).

500 Bungkus Nasi hingga 100 Selimut Disalurkan ke Pengungsi

Kebutuhan dasar warga yang meninggalkan rumah mulai dipenuhi. Sebanyak 500 bungkus nasi telah disalurkan, sementara BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut bagi masyarakat di lokasi pengungsian.

Dinas Sosial Kota Padang menambah bantuan berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 lembar kasur.

"Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi," jelas Berton.

Polda Sumbar Kerahkan 250 Personel Amankan Rumah Kosong

Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengerahkan personel gabungan dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas. Petugas ditempatkan di sejumlah titik, di antaranya Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.

Sebanyak 250 personel ditugaskan mengamankan rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya agar situasi lingkungan tetap kondusif selama warga mengungsi. Posko kesehatan dan posko SAR juga didirikan di kawasan terdampak untuk layanan medis, pertolongan pertama, dan koordinasi evakuasi tambahan.

Berdasarkan laporan kepolisian, seluruh warga di kawasan sasaran penanganan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Belum ada korban jiwa yang dilaporkan hingga laporan tersebut disampaikan.

Anak-Anak dan Lansia Dapat Perhatian Khusus

Kelompok rentan seperti anak-anak dan warga lanjut usia memperoleh pelayanan kesehatan dan bantuan logistik tambahan. Anak-anak yang pakaiannya basah akibat terendam banjir juga mendapatkan bantuan pakaian pengganti.

Pemerintah mengimbau warga tidak terburu-buru kembali ke rumah apabila kondisi lingkungan masih berpotensi membahayakan. Warga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan, terutama bila masih terdapat genangan air atau risiko banjir susulan.

Koordinasi lintas instansi terus berjalan untuk memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang sekaligus memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: fajarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top