Komdigi Buka Suara Soal Internet Padam di Batam, Telkomsel Klaim Jaringan Aman

Penulis: Ronal Siregar  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:35:01 WIB
Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah masih berkoordinasi lintas sektor terkait pemadaman listrik di Batam dan Bintan.

SUMATERA BARAT — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan masih berkoordinasi lintas sektor menyusul pemadaman listrik total di Batam dan Bintan sejak Senin (12/10). Menteri Komdigi Meutya Hafid belum menarik kesimpulan apa pun, sementara Telkomsel memastikan jaringan telekomunikasinya tetap berfungsi selama insiden berlangsung.

Pemadaman listrik yang melanda Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, berdampak langsung pada aktivitas digital warga. Listrik padam total lebih dari 15 jam, membuat sebagian warga tidak bisa mengakses internet, air bersih pun sempat tidak mengalir. Kondisi diperparah asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Komdigi Tunggu Koordinasi Lintas Sektor

Meutya Hafid menyampaikan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab maupun dampak penuh dari insiden ini. Komdigi masih menunggu hasil komunikasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) lain.

"Melihat kejadian di Batam ini, jadi kita masih menunggu sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (13/10).

Ia menegaskan belum ada konklusi apa pun sampai koordinasi dengan tim dari K/L lain tuntas. Pernyataan ini menandakan pemerintah belum menetapkan status darurat telekomunikasi di wilayah terdampak.

Telkomsel Klaim Jaringan Tetap Normal

Di sisi operator, Direktur Utama Telkomsel Nugroho memastikan jaringan telekomunikasinya tidak terganggu selama pemadaman listrik di Batam. Telkomsel mengandalkan kapasitas baterai back-up serta tambahan genset yang disiagakan.

Nugroho mengakui peralatan penunjang listrik cadangan kerap jadi sasaran pencurian. Khusus kasus Batam, ia memastikan seluruh peralatan aman dan berfungsi baik.

"Karena memang ada challenge-challenge di mana kadang-kadang baterai dicuri, genset dicuri. Nah, ini Alhamdulillah kemarin di Batam semua equipment kita aman sehingga bisa berfungsi dengan baik," ungkap Nugroho.

Listrik Batam Pulih, Penyebab Masih Ditelusuri

PT PLN Batam menyatakan pasokan listrik ke seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam telah pulih pada Selasa (13/10) pagi. Namun sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman hingga hari itu.

PLN Batam menduga gangguan berasal dari hewan liar yang masuk ke Gardu Induk Sungai Harapan. Sekretaris PLN Batam Rudi Antono menyebut indikasi awal mengarah pada hewan seperti monyet yang mengganggu sistem jaringan interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan (Babin).

"Indikasi awal, diduga hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan," kata Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Rudi menegaskan penyebab pasti masih ditelusuri tim teknis dan pihak berwenang. Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada hasil final soal akar gangguan.

Kenapa Insiden Ini Penting bagi Pengguna Digital

Batam dan Bintan terhubung jaringan listrik bawah laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih 17,9 kilometer. Listrik dari pembangkit di Batam dialirkan ke Bintan, termasuk Tanjungpinang, sehingga gangguan di satu titik bisa menjalar ke wilayah lain.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, insiden ini menyoroti ketergantungan layanan telekomunikasi pada pasokan listrik. Operator memang punya baterai back-up dan genset, tetapi durasinya terbatas dan rawan gangguan eksternal seperti pencurian peralatan.

Pemerintah belum mengumumkan langkah lanjutan pasca-koordinasi lintas sektor. Pengguna di Batam dan Bintan disarankan memantau kanal resmi Komdigi, PLN Batam, dan operator masing-masing untuk informasi pemulihan layanan.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top