SUMATERA BARAT — Sebagian bapak-bapak memilih kembali merumput lewat Sekolah Sepak Bola (SSB) khusus pria paruh baya untuk menjaga kebugaran sekaligus mengobati inner child. Latihan digelar santai dengan materi bertahap, dari ball mastery hingga passing, dan diikuti peserta dari Depok, Jakarta, hingga Tangerang Selatan.
Coach Romi Maulidin Oktafian, guru PJOK yang juga punya pengalaman kepelatihan usia dini dan akar rumput, membuka SSB khusus pria paruh baya. Kegiatan itu dibantu sekitar 10 pelatih, sebagian bahkan sudah memegang lisensi kepelatihan.
Peserta yang datang beragam. Ada yang sudah punya basic sepak bola, ada pula yang belum bisa kontrol bola, passing, dan dribbling dengan tepat.
Menurut Romi, gelombang peserta pertama justru datang dari kalangan milenial, usia sekitar 30 tahun ke bawah. Ia baru sadar aktivitas ini viral setelah mendapat cerita dari orang tua muridnya.
Peserta tidak hanya dari satu kawasan. Mereka berangkat dari Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, hingga Tangerang Selatan untuk ikut latihan.
"Yang datang awalnya tuh milenial, usia-usia 30 tahun, di bawah 30 tahun. Seru sih. Akhirnya saya tahu itu viral, dari orang tua murid saya," kata Romi.
Suasana latihan memang dibuat ringan. Jersey dan sepatu bola dipakai serius, tapi tawa dan canda jadi bagian dari sesi.
Meski begitu, Romi tidak melepas metode latihan. Materi disusun bertahap mulai dari teknik dasar: ball mastery, ball feeling, dribbling, dan passing.
"Yang saya lihat dari apa yang disampaikan pemain ini, mereka senang. Itu yang sudah kami wadahi untuk latihan. Sisanya, fun, ketawa-ketawa dan memang mereka butuh itu lagi," ujar Romi saat di detikPagi, Kamis (15/10/2026).
Kembali aktif bergerak memberi dampak nyata bagi tubuh. Pedoman World Health Organization (WHO) yang dikutip Kemenkes RI menyarankan orang dewasa 18-64 tahun melakukan aktivitas fisik 150-300 menit intensitas sedang per minggu, atau 75-150 menit intensitas berat.
Jalan cepat masuk kategori intensitas sedang, sedangkan lari tergolong berat. Bermain sepak bola dalam sesi santai bisa jadi salah satu cara memenuhi kebutuhan gerak itu tanpa terasa seperti olahraga wajib.
Bagi bapak-bapak yang sudah lama meninggalkan lapangan karena pekerjaan dan keluarga, momen ini jadi jalan pintas kembali bergerak. Sekaligus menuntaskan rindu pada permainan yang dulu jadi bagian masa muda.
Sebelum ikut sesi, ada baiknya cek kondisi fisik lebih dulu, terutama jika sudah lama tidak berolahraga rutin. Mulai dari pemanasan cukup, kenakan sepatu yang sesuai jenis lapangan, dan dengarkan sinyal tubuh saat lelah.
Bagi yang punya riwayat cedera atau masalah jantung, konsultasi dengan dokter sebelum ikut latihan intensitas tinggi adalah langkah bijak. Tujuannya sederhana: tetap bugar tanpa risiko yang tidak perlu.
SSB bapak-bapak menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tak harus lewat gym atau lari sendirian. Kadang cukup dengan jersey, bola, dan teman-teman yang sama-sama ingin tertawa di lapangan.