PADANG PARIAMAN — Rombongan pejabat yang dilantik terdiri dari dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 34 Pejabat Administrator, dan 17 Pejabat Pengawas. Prosesi pengambilan sumpah berlangsung di Hall IKK Parik Malintang dan dihadiri Wakil Bupati Rahmat Hidayat, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, serta Ketua DWP.
Hendri Satria dilantik sebagai Inspektur Kabupaten Padang Pariaman. Sebelumnya ia menjabat Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM.
El Abdes Marsyam mengisi posisi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Jabatan sebelumnya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sejumlah pejabat administrator yang dilantik antara lain Afrizaldi sebagai Camat Sungai Limau, M. Rasyid sebagai Camat Sungai Geringging, dan Firmansyah sebagai Camat Padang Sago.
Di lingkungan inspektorat, Rina Novianti menjabat Irban Wilayah II dan Ferdianto Ambra sebagai Irban Investigasi. Ada pula Defri Albert sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Sugianto sebagai Sekretaris Satpol PP dan Damkar, serta Roza Suhendra sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pelantikan bukan sekadar pergantian posisi atau perpindahan tempat kerja. Menurutnya, jabatan adalah pemberian amanah dan tanggung jawab agar roda pemerintahan berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
“Jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pimpinan dan organisasi, tetapi juga kepada masyarakat dan tentu kepada Allah SWT. Oleh karena itu, saya berharap kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak melihat jabatan ini sebagai sebuah kehormatan semata, tetapi sebagai tugas pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab,” tegas John Kenedy Azis.
Bupati meminta pejabat baru segera memahami tugas dan fungsi masing-masing. Mereka diminta mempelajari regulasi serta menguasai target kinerja dan program kerja pada unit kerja yang dipimpin.
Konsolidasi dengan seluruh jajaran juga menjadi prioritas. Penyusunan program kerja harus berbasis kebutuhan dan dampaknya bagi masyarakat, bukan sekadar rutinitas administratif.
Koordinasi antarperangkat daerah diminta diperkuat. John Kenedy Azis mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam pelaksanaan program maupun penyelenggaraan pelayanan publik.
Kehadiran pejabat di tengah masyarakat menjadi penekanan tersendiri. Bupati meminta mereka tidak hanya mengandalkan laporan dari meja kerja, tetapi turun langsung melihat kondisi nyata dan mendengarkan keluhan warga.
“Masyarakat tidak membutuhkan birokrasi yang rumit. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir, cepat, ramah, transparan, dan memberikan solusi. Karena itu, jangan pernah mempersulit masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Sinergi antara pejabat administrator dan pejabat pengawas juga disorot. Administrator diharapkan memberi arahan dan memastikan pencapaian target kinerja, sedangkan pengawas memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.
Melalui pelantikan ini, Pemkab Padang Pariaman berharap kinerja nyata muncul dari pejabat yang mendapat amanah. Sinergi antarperangkat daerah diharapkan menguat, dengan ujungnya peningkatan kualitas pelayanan publik bagi warga kabupaten itu.