SUMATERA BARAT — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menggelar pelatihan gizi bagi 40 ibu balita dan 6 kader posyandu binaan CSR di Kelurahan Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelatihan ini menyasar pendekatan keluarga untuk menekan risiko gangguan tumbuh kembang anak, seiring prevalensi stunting DKI Jakarta yang masih tercatat 17,2 persen.
Pelatihan bertema "Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga" itu berlangsung di Ruang Peak Encanto, Gedung PAMA 3 Lantai 1. Sekretaris Kelurahan Jatinegara dan Security & External Relation Department Head PAMA turut hadir, bersama tim kesehatan dari Puskesmas Cakung dan Puskesmas Kelurahan Jatinegara sebagai narasumber.
Materi yang dibahas mencakup Konsep Masalah Gizi Balita, Infeksi Anak dan Tumbuh Kembang Balita, serta Sosialisasi Tuberkulosis (TB) Anak. Peserta diarahkan agar mampu mengenali potensi masalah kesehatan sejak dini dan menerapkannya dalam pengasuhan sehari-hari.
Bagi ibu balita, pelatihan menekankan asupan gizi seimbang, perhatian terhadap kesehatan anak, dan pemantauan pertumbuhan secara rutin. Sementara kader posyandu mendapat bekal tambahan untuk mendampingi dan mengedukasi warga di lingkungan masing-masing.
Perwakilan manajemen PAMA menyatakan tumbuh kembang anak membutuhkan peran aktif keluarga, terutama dalam memastikan pemenuhan gizi, menjaga kesehatan, dan menerapkan pola asuh yang tepat sejak dini.
"Kami percaya bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program CSR ini, PAMA ingin turut meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).
Persoalan gizi anak belum selesai. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting balita nasional 19,8 persen, sedangkan DKI Jakarta 17,2 persen. Angka itu memang turun dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih menegaskan perlunya upaya berkelanjutan.
Gizi yang baik menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga daya tahan tubuh anak. Pemenuhan gizi sesuai usia, pola asuh yang tepat, pencegahan infeksi, dan pemantauan tumbuh kembang berkala menjadi kunci agar anak tumbuh optimal.
Pelaksanaan kegiatan menyatukan CSR PAMA, pemerintah kelurahan, dan tenaga kesehatan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan kader posyandu diharapkan memperkuat pencegahan masalah gizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat peran kader posyandu dalam mendampingi masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal," imbuh perwakilan manajemen PAMA.
Langkah PAMA menyasar akar masalah di tingkat keluarga, bukan sekadar memberi bantuan sesaat. Bila kapasitas kader posyandu dan pengetahuan ibu balita menguat, deteksi dini gangguan gizi bisa berjalan lebih cepat di lingkungan RW, dan itu menjadi kontribusi nyata perusahaan tambang bagi penurunan stunting di ibu kota.