SUMATERA BARAT — Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, Ketua Umum PP PBSI periode 1997-2001, meninggal dunia dan meninggalkan jejak prestasi yang mengubah sejarah bulu tangkis Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Tim Merah Putih dua kali juara Piala Thomas dan menyapu bersih tujuh emas SEA Games 1997.
Kabar duka datang dari keluarga besar bulu tangkis nasional. Subagyo HS dikenal bukan hanya sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat, tetapi juga sebagai sosok yang memimpin PBSI melewati salah satu periode paling sulit dalam sejarah ekonomi Indonesia.
Masa jabatannya pada 1997-2001 bertepatan dengan krisis moneter yang menghantam hampir seluruh sendi kehidupan nasional, termasuk pembiayaan organisasi olahraga. Meski begitu, prestasi atlet Indonesia di lapangan tidak ikut runtuh.
Piala Thomas 1998 di Hong Kong menjadi salah satu momen paling dramatis dalam kepemimpinan Subagyo HS. Saat itu, lonjakan nilai tukar dolar AS membuat pendanaan kontingen Indonesia nyaris kolaps.
Masalah keuangan PBSI bahkan sampai mengancam keberadaan tim di hotel tempat mereka menginap. Kondisi itu tidak menyurutkan fokus pemain di lapangan.
Tim Merah Putih akhirnya keluar sebagai juara Piala Thomas 1998 dan membawa pulang trofi beregu putra paling bergengsi di dunia. Juara tersebut mendapat sambutan langsung dari Presiden BJ Habibie.
Dua tahun berselang, Indonesia kembali menjuarai Piala Thomas 2000 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dominasi di kompetisi beregu putra itu menjadi bukti pembinaan yang berjalan meski organisasi sedang berhemat.
Pada SEA Games 1997, Indonesia menyapu bersih tujuh medali emas dari cabang bulu tangkis. Hasil itu menegaskan posisi atlet Merah Putih sebagai penguasa kawasan Asia Tenggara saat itu.
Rentetan gelar internasional lain menyusul di berbagai ajang. Ganda putra Candra Wijaya/Tony Gunawan menjuarai All England 1999, lalu Tony kembali meraih gelar yang sama bersama Halim Haryanto pada 2001.
Puncak prestasi era Subagyo HS hadir di Olimpiade Sydney 2000. Pasangan Candra Wijaya/Tony Gunawan mempersembahkan medali emas ganda putra bagi Indonesia.
Pada tahun yang sama, Taufik Hidayat meraih emas Asian Games 2000 di Busan, Korea Selatan. Setahun kemudian, Hendrawan menjadi juara tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2001 di Sevilla, Spanyol.
Gelar ganda putra Kejuaraan Dunia 2001 juga jatuh ke tangan Indonesia melalui Tony Gunawan/Halim Haryanto. Deretan capaian itu menempatkan periode 1997-2001 sebagai salah satu era paling produktif bulu tangkis nasional.
Pengabdian Subagyo HS kepada bulu tangkis tidak berhenti saat masa jabatannya sebagai ketua umum berakhir. Ia kemudian dipercaya menjadi bagian Dewan Kehormatan PP PBSI masa bakti 2024-2028.
Latar belakang militernya sebagai purnawirawan TNI dan mantan KSAD menjadi bekal dalam memimpin organisasi olahraga di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan pembinaan atlet.
Kepergian Subagyo HS menjadi kehilangan bagi dunia olahraga Indonesia. Prestasi atlet pada masa kepemimpinannya tercatat rapi sebagai bagian dari sejarah bulu tangkis Tanah Air.